SLEMAN, UNY – Memiliki fasilitas arena outbound di kawasan wisata pedesaan merupakan modal berharga bagi pengembangan destinasi. Namun, ketersediaan wahananya tentu tak cukup tanpa ditunjang keberadaan instruktur yang mahir memandu permainan, menjamin keselamatan pengunjung, serta menyampaikan nilai-nilai life skills (keterampilan hidup) di setiap simpul wahana rekreasi.
Guna menjawab kebutuhan pengelolaan wahana rekreasi tersebut, tim pengabdi dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar program “Pelatihan Instruktur Outbound Untuk Meningkatkan Keterampilan Hidup Warga Kampung Emas Seyegan”.
Program pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Dosen FIKK UNY, Prof. Dr. Drs. Sumarjo, M.Kes., bersama tim pakar kesehatan olahraga dan rekreasi UNY yang terdiri dari Prof. dr. Novita Intan Arovah, MPH., Ph.D. dan Dr. Sigit Nugroho, M.Or., serta didukung oleh lima mahasiswa keolahragaan.
Ketua Tim Pengabdi UNY, Prof. Dr. Drs. Sumarjo, M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan outbound modern tidak sekadar menyajikan permainan fisik yang menghibur (fun outbound), tetapi juga menjadi media belajar berbasis pengalaman (experiential learning). Melalui bimbingan instruktur yang tepat, setiap simulasi tantangan di alam terbuka dapat mengasah kecakapan hidup peserta, seperti kepemimpinan, komunikasi efektif, pemecahan masalah, kerja sama tim, hingga manajemen stres.
Pelatihan yang berlangsung intensif di arena wahana outbound Kampung Emas Seyegan ini diikuti oleh 40 peserta, yang terdiri dari pemuda lokal, pengelola kawasan wisata, dan mahasiswa pendamping. Rangkaian acara dikemas dalam dua sesi utama: pematerian konsep olahraga rekreasi dan prosedur keselamatan alat pada sesi pagi, disusul simulasi praktik lapangan dan pemanduan permainan pada sesi siang.
Para calon instruktur diajak mempraktikkan beragam ragam permainan edukatif, mengenal fungsi dan perawatan peralatan keselamatan high ropes, hingga menguasai teknik pemanduan yang komunikatif dan persuasif. Tak hanya itu, peserta juga dibekali kemampuan memberikan debriefing—yakni merefleksikan makna permainan agar nilai-nilai positif dalam simulasi outbound dapat diterapkan wisatawan dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil evaluasi menunjukkan dampak signifikan dari kegiatan ini. Berdasarkan pengukuran tingkat keterampilan hidup paska-pelatihan, sebanyak 32 peserta (80%) berhasil mencapai kategori ‘Baik’ dan 8 peserta (20%) berada pada kategori ‘Cukup Baik’. Seluruh peserta juga siap diterjunkan sebagai pemandu arena outbound desa.
Ke depan, tim FIKK UNY berkomitmen memberikan pendampingan dan pembinaan berkala untuk mendukung pengoptimalan wahana rekreasi di Kampung Emas Seyegan. Dengan hadirnya instruktur outbound lokal yang tersertifikasi dan terampil, wahana rekreasi Kampung Emas Seyegan diharapkan makin diminati pengunjung, berdaya saing tinggi, serta mampu memberikan sumbangan nyata bagi pendapatan ekonomi warga setempat.


Leave a Reply