SLEMAN, UNY – Generasi muda memiliki peran krusial sebagai motor penggerak utama dalam mendongkrak perekonomian pedesaan. Di kawasan destinasi rintisan Kampung Emas, Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, potensi alam dan budaya yang melimpah membutuhkan sentuhan kreativitas serta jiwa wirausaha para pemuda Karang Taruna agar mampu menjelma menjadi peluang bisnis yang konkret.
Melihat pentingnya regenerasi pelaku wirausaha desa tersebut, tim pengabdi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan program “Pelatihan Kewirausahaan bagi Karang Taruna Kampung Emas di Dusun Krapyak IX, Margoagung, Seyegan, Sleman, DIY”.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dipimpin oleh dosen Pendidikan Akuntansi FEB UNY, Dr. Ratna Budiarti, S.Pd.Kor., M.Or., bersama tim dosen ahli yang terdiri dari Rizqi Ilyasa Aghni, S.Pd., M.Pd. dan Dr. Muhammad Irvan Eva Salafi, S.Pd., M.Or., serta didukung oleh tim mahasiswa FEB UNY.
Ketua Tim Pengabdi UNY, Dr. Ratna Budiarti, S.Pd.Kor., M.Or., menjelaskan bahwa banyak pemuda di Dusun Krapyak IX memiliki ide-ide kreatif, namun kerap merasa ragu dan belum percaya diri untuk mengeksekusinya menjadi bentuk usaha riil. Melalui pelatihan ini, UNY hadir membekali Karang Taruna dengan pemahaman mendasar mengenai konsep kewirausahaan modern, analisis peluang pasar, hingga keterampilan menyusun proposal rencana bisnis yang terstruktur.
Pelatihan yang bertempat di Ruang Outbound Kampung Emas Seyegan ini diikuti oleh 20 pemuda Karang Taruna secara antusias. Acara dikemas secara interaktif melalui kombinasi pematerian teori, diskusi kelompok, simulasi identifikasi masalah usaha, hingga praktik merancang ide bisnis secara langsung.
Para pemuda diajak menggali potensi bisnis dari sembilan pilar utama yang ada di Kampung Emas Krapyak IX, seperti pilar Kuliner & Café Berkah, Mino Berkah (perikanan), Unggas Berkah, Sayur & Buah Berkah, hingga penyediaan layanan Olahraga & Outbound Berkah. Dari potensi-potensi tersebut, peserta diajarkan cara mengidentifikasi kebutuhan wisatawan, merumuskan keunggulan produk (value proposition), serta memanfaatkan teknologi informasi dan media sosial untuk pemasaran digital.
Dampak pelatihan terasa langsung pada meningkatnya kepercayaan diri dan pemahaman pemuda Karang Taruna. Peserta berhasil mempraktikkan penyusunan draf rintisan usaha mandiri yang disesuaikan dengan keahlian dan minat masing-masing kelompok.
Sebagai langkah keberlanjutan, FEB UNY merancang program pendampingan lanjutan secara intensif untuk mengawal proses pematangan ide kreatif peserta hingga siap diwujudkan menjadi unit usaha riil. Kehadiran tim FEB UNY di Krapyak IX Seyegan ini menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam memberdayakan pemuda desa agar menjadi wirausahawan mandiri yang mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitarnya.


Leave a Reply