Optimalkan Fasilitas Rekreasi Mandiri, FIKK UNY Cetak Instruktur Outbound Profesional di Laboratorium Kampung Emas Krapyak

SLEMAN, UNY – Keberadaan wahana outbound di kawasan wisata pedesaan membutuhkan ketersediaan pemandu lokal yang terampil, komunikatif, serta mengutamakan standar keselamatan pengunjung. Selama ini, pengelolaan arena outbound di Laboratorium Kampung Emas UNY, Padukuhan Krapyak, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, masih menghadapi keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal, sehingga kerap bergantung pada tenaga pemandu dari luar…

By.

•

min read

15 Mei 2024

SLEMAN, UNY – Keberadaan wahana outbound di kawasan wisata pedesaan membutuhkan ketersediaan pemandu lokal yang terampil, komunikatif, serta mengutamakan standar keselamatan pengunjung. Selama ini, pengelolaan arena outbound di Laboratorium Kampung Emas UNY, Padukuhan Krapyak, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, masih menghadapi keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal, sehingga kerap bergantung pada tenaga pemandu dari luar wilayah.

Merespons kebutuhan tersebut, tim pengabdi dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan program penugasan PkM Mbangun Desa bertajuk “Pelatihan Instruktur Outbound di Laboratorium Kampung Emas UNY Krapyak, Seyegan, Kabupaten Sleman”.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Dosen Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) FIKK UNY, Dr. Hedi Ardiyanto Hermawan, S.Pd., M.Or., bersama tim pakar keolahragaan UNY yang terdiri dari Prof. Dr. Cerika Rismayanthi, S.Or., M.Or., Dr. Aris Fajar Pambudi, M.Or., dan Dr. Christina Fajar Sriwahyuniati, S.Pd., M.Or., serta dibantu oleh tim mahasiswa dan instruktur praktisi outbound.

Ketua Tim Pengabdi UNY, Dr. Hedi Ardiyanto Hermawan, S.Pd., M.Or., menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan mencetak pemandu outbound lokal yang kompeten, profesional, dan menyenangkan. Selain menguasai teknik pemanduan dan keselamatan di lapangan, para calon instruktur diajak mengasah kemampuan public speaking, storytelling, serta keterampilan berinteraksi dengan wisatawan agar mampu memberikan kesan mendalam bagi pengunjung Kampung Emas.

Rangkaian pelatihan dilaksanakan melalui pendekatan komprehensif yang mengombinasikan ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi permainan edukatif, hingga praktik pemanduan langsung. Peserta dibekali penguasaan alur permainan (game flow), penggunaan perangkat komunikasi Handy Talkie (HT), tata cara respon darurat keselamatan, serta manajemen penataan penunjuk arah dan kelengkapan fasilitas wahana.

Tidak hanya fokus pada teknik pemanduan outbound, program pengabdian ini juga menyentuh aspek penguatan manajemen usaha bagi kelompok pengelola dan UMKM pendukung kawasan Kampung Emas. Peserta diajak mempraktikkan perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk penentuan tarif paket wisata yang kompetitif, penciptaan branding produk lokal, hingga optimalisasi pemasaran digital melalui Shopee dan profil Google Business.

Hasil evaluasi menunjukkan dampak yang sangat positif. Sebanyak 80% peserta mampu menguasai dan mempraktikkan simulasi pemanduan outbound serta tata cara pemasaran digital secara mandiri, dengan tingkat kepuasan peserta mencapai 100% terhadap pelaksanaan program.

Sebagai penjamin keberlanjutan, tim FIKK UNY akan memberikan pendampingan secara berkala guna mengawal kesiapan pemandu lokal dalam menyambut rombongan wisatawan. Sinergi ini menegaskan komitmen UNY dalam menjadikan Laboratorium Kampung Emas Krapyak Seyegan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *