Siasat ‘Pisah Kantong’ Fakultas Vokasi UNY: Kunci UMKM Kampung Emas Seyegan Amankan Modal dan Genjot Produksi

SLEMAN, UNY – “Uang dagang kepakai buat belanja dapur, uang hasil penjualan lupa dicatat.” Fenomena klasik ini kerap menjadi momok tak kasat mata yang menghambat kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pedesaan. Di balik geliat usaha lokal seperti Mendo Berkah, Mina Berkah, Unggas Berkah, Sayur Mayur Berkah, hingga Tahu Berkah di Kampung Emas…

By.

•

min read

24 Agustus 2024

SLEMAN, UNY – “Uang dagang kepakai buat belanja dapur, uang hasil penjualan lupa dicatat.” Fenomena klasik ini kerap menjadi momok tak kasat mata yang menghambat kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pedesaan. Di balik geliat usaha lokal seperti Mendo Berkah, Mina Berkah, Unggas Berkah, Sayur Mayur Berkah, hingga Tahu Berkah di Kampung Emas Seyegan, persoalan mencampuradukkan dompet pribadi dengan kas usaha masih menjadi ganjalan utama dalam mengembangkan skala produksi.

Menjawab tantangan mendasar tersebut, Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menghadirkan terobosan edukasi keuangan melalui program “Edukasi Literasi Keuangan sebagai Strategi Produksi UMKM di Kampung Emas, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman”.

Inisiatif pengabdian masyarakat skema penugasan ini dipimpin oleh dosen Departemen Bisnis dan Keuangan Fakultas Vokasi UNY, Dr. Adeng Pustikaningsih, S.E., M.Si., bersama tim pakar akuntansi dan keuangan UNY yang terdiri dari Ardhana Reswari Hasna Pratista, M.Sc., Septiningdyah Arianisari, M.Sc., dan Anisah Novi Karunia, M.Sc., serta diperkuat oleh mahasiswa Fakultas Vokasi.

Ketua Tim Pengabdi UNY, Dr. Adeng Pustikaningsih, S.E., M.Si., menuturkan bahwa literasi keuangan bagi wirausahawan kecil bukan sekadar menghitung angka-angka rumit di atas kertas, melainkan membangun kedisiplinan alokasi dana. Tanpa garis tegas antara uang pribadi dan modal kerja, pemilik usaha akan kesulitan menentukan tingkat keuntungan riil, yang pada akhirnya memicu pengikisan modal produksi tanpa disadari.

Berbeda dari pelatihan teori yang cenderung kaku, kegiatan yang dihelat di Kampung Emas Seyegan ini mengusung pendekatan studi kasus kontekstual (case-based learning) yang menyentuh langsung problem harian warga. Sebanyak 48 peserta yang terdiri dari para pemilik UMKM dan pemuda setempat diajak membedah alur kas usaha mereka masing-masing.

Para peserta mendapatkan pembekalan intensif mengenai penetapan skala prioritas, alokasi dana cadangan produksi, hingga strategi ‘pisah kantong’ antara pemasukan bersih dan pengambilan pribadi (prive). Dalam sesi diskusi interaktif, para wirausahawan desa secara terbuka mengonsultasikan kendala finansial yang mereka hadapi, lalu dipandu merumuskan solusi pencatatan kas sederhana yang mudah diterapkan menggunakan perangkat harian.

Respons dan antusiasme warga menunjukkan gambaran keberhasilan yang nyata. Evaluasi akhir mencatatkan rata-rata skor kepuasan dan pemahaman peserta mencapai angka 4,7 dari skala 5 pada tujuh indikator utama. Lebih dari itu, para pelaku usaha kini mulai terbiasa memisahkan alokasi dana pribadi dan modal usaha secara terstruktur.

Guna memastikan kebiasaan finansial yang sehat ini melekat dalam jangka panjang, tim Fakultas Vokasi UNY mengawal para peserta melalui program pendampingan berkala selama lima bulan ke depan. Lewat pendampingan berkelanjutan ini, UMKM di Kampung Emas Seyegan diharapkan tak hanya terampil memproduksi barang berkualitas, tetapi juga lihai mengelola keuangan secara profesional demi mewujudkan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *