SLEMAN, UNY Official — Suasana pembelajaran di Pendopo Ndalem Pawira Diharja, Dusun Krapyak IX, Seyegan, tampak berbeda dan penuh gelak tawa pada Sabtu pagi. Puluhan siswa sekolah dasar tampak berkonsentrasi tinggi melakukan gerakan tangan bersilang yang rumit, sembari menyanyikan lagu daerah Jawa dan merespons kuis matematika cepat yang diberikan instruktur.
Aktivitas interaktif tersebut merupakan wujud nyata implementasi metode Brain Jogging (Senam Otak Terintegrasi) yang dipelopori oleh dosen dan peneliti Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNY, Dr. Willy Ihsan Rizkyanto, S.Pd., M.Pd. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas kognitif anak melalui stimulasi fisik dan kinestetik terpadu.
Metode Brain Jogging menggabungkan gerakan ketangkasan motorik halus dan kasar yang melintasi garis tengah tubuh (cross-lateral movements) dengan pemrosesan informasi visual dan auditori secara berkesinambungan. Gerakan ini didesain khusus untuk merangsang aktivitas elektrik pada belahan otak kiri dan kanan secara seimbang.
Dr. Willy Ihsan Rizkyanto menjelaskan bahwa kejenuhan dan penurunan konsentrasi belajar yang sering dialami siswa SD di dalam kelas disebabkan oleh kelelahan sistem saraf pusat serta kurangnya stimulasi sensorimotor terintegrasi saat proses pembelajaran berlangsung.
Para guru SD dan orang tua murid yang menghadiri workshop pembekalan mengapresiasi tinggi terobosan ini. Modul Brain Jogging karya FIKK UNY kini resmi diadopsi oleh sekolah-sekolah dasar di wilayah Seyegan sebagai aktivitas penyegaran (ice breaking) wajib sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.


Leave a Reply