Dorong UMKM Naik Kelas, FEB UNY Bekali Warga Kampung Emas Seyegan Penghitungan HPP dan Pemasaran Digital

SLEMAN, UNY – Keberlanjutan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pedesaan sangat bergantung pada pengelolaan bisnis yang presisi serta jangkauan pemasaran yang adaptif terhadap era digital. Di kawasan destinasi rintisan Kampung Emas, Padukuhan Krapyak, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, berbagai potensi usaha warga dalam program Sembilan Berkah memerlukan penguatan manajemen agar mampu bersaing secara mandiri…

By.

•

min read

7 Oktober 2024

SLEMAN, UNY – Keberlanjutan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pedesaan sangat bergantung pada pengelolaan bisnis yang presisi serta jangkauan pemasaran yang adaptif terhadap era digital. Di kawasan destinasi rintisan Kampung Emas, Padukuhan Krapyak, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, berbagai potensi usaha warga dalam program Sembilan Berkah memerlukan penguatan manajemen agar mampu bersaing secara mandiri dan profesional.

Merespons kebutuhan tersebut, tim pengabdi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan kegiatan “Pelatihan Dan Pendampingan Pengelolaan Usaha Guna Meningkatkan Brand Awareness, Daya Saing, Dan Pendapatan Pada Pelaku UMKM Di Kampung Emas Seyegan”.

Program pengabdian masyarakat skema Mbangun Desa ini dipimpin oleh Guru Besar FEB UNY, Prof. Dr. Siswanto, M.Pd., bersama tim akademisi yang terdiri dari Dr. Sutirman, M.Pd., Dr. Mustofa, M.Sc., Ani Widayati, Ed.D., Arum Darmawati, M.M., Yuliansah, M.Pd., Eka Ary Wibawa, M.Pd., dan Nenden Susilowati, M.Pd.

Ketua Tim Pengabdi UNY, Prof. Dr. Siswanto, M.Pd., menjelaskan bahwa selama ini mayoritas pengelola UMKM lokal menentukan harga jual produk secara perkiraan (guesstimate) tanpa menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) secara detail. Praktek ini berisiko membuat wirausahawan kecil mengalami kerugian tanpa disadari. Di sisi lain, strategi pemasaran sebagian besar masih mengandalkan transaksi konvensional dan komunikasi terbatas via WhatsApp.

Pelatihan yang berlangsung di Pendopo Prawiro Diharjo Kampung Emas Seyegan ini diikuti secara antusias oleh 24 pelaku UMKM lintas sektor, mulai dari olahan pangan, toko kelontong, hingga usaha peternakan dan perikanan. Rangkaian acara diawali dengan pematerian teknik kalkulasi HPP presisi berbasis strategi cost plus pricing dan break even point oleh Dr. Mustofa, M.Sc., dilanjutkan dengan praktik langsung menghitung biaya produksi menggunakan kalkulator pada smartphone masing-masing peserta.

Sesi kedua berfokus pada perluasan akses pasar digital yang dipandu oleh Eka Ary Wibawa, M.Pd. Para pelaku usaha dibimbing secara langsung dalam menata identitas visual produk (branding), membuka toko online di platform e-commerce Shopee, serta mendaftarkan titik lokasi usaha pada profil Google Business (Google Maps).

Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan dampak yang luar biasa. Sebanyak 80% peserta berhasil mempraktikkan kalkulasi HPP produknya serta sukses mengaktifkan toko online dan profil bisnis Google secara mandiri. Selain itu, tingkat kepuasan peserta mencapai 100% terhadap penyelenggaraan dan manfaat materi yang disampaikan.

Guna menjaga keberlanjutan hasil pelatihan, tim FEB UNY merekomendasikan program pendampingan lanjutan yang akan berfokus pada teknik pemotretan produk (product photography) yang menarik serta pengelolaan konten promosi digital. Melalui sinergi berkelanjutan bersama UNY, para pelaku UMKM di Kampung Emas Seyegan kini makin siap bersaing di pasar digital serta meningkatkan pendapatan usaha keluarga secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *