SLEMAN — Menyalurkan bakat seni musik warga sekaligus memanfaatkan ruang kreatif secara optimal, dosen Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang dipimpin oleh Dr. Drs. Cipto Budy Handoyo, M.Pd. menghadirkan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pada tahun 2025. Melalui program bertajuk Pelatihan Kelompok Musik Combo Band dan Recording di Kampung Emas Krapyak IX, Margoagung, Seyegan, Sleman, warga setempat diajak untuk merasakan langsung pengalaman bermusik secara profesional.
Pelatihan ini dinilai sangat pas untuk mengembangkan potensi seni yang ada di tengah masyarakat Kampung Emas Krapyak IX. Rangkaian kegiatan dirancang secara bertahap dan menyenangkan, mulai dari latihan rutin bermain band, sesi rekaman (recording) di studio, hingga proses pembuatan video klip. Melalui alur belajar ini, para peserta mendapatkan pengalaman menyeluruh, mulai dari meramu nada secara musikal hingga menghasilkan sebuah karya seni siap tayang.
Manfaat dari kegiatan ini langsung dirasakan oleh para peserta, di mana keterampilan mereka dalam memainkan berbagai alat musik—seperti gitar, bass, keyboard, drum—serta teknik vokal secara selaras meningkat pesat. Hasil pembinaan yang intensif ini bahkan berwujud produk audio visual berupa video klip kreatif yang siap dipublikasikan melalui kanal YouTube, sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat luas.
Suasana kebersamaan terasa sangat hidup karena warga terlibat langsung sebagai pelaku utama dalam setiap sesi latihan, rekaman, hingga pembuatan video. Pendampingan telaten dari dosen serta mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Musik UNY menciptakan ruang belajar yang hangat dan kolaboratif. Hal ini sukses memicu kreativitas, memperkuat kerja sama tim, sekaligus mendongkrak keberanian tampil dan rasa percaya diri para peserta.
Bekas keterampilan yang didapatkan dari program ini dirancang agar terus hidup setelah acara selesai. Pengalaman langsung menjajal combo band, memahami proses mixing, mastering, hingga publikasi digital menjadi modal berharga bagi warga untuk melanjutkan latihan mandiri, menelurkan karya-karya baru, serta mengelola kelompok musik secara berkelanjutan.
Memadukan unsur pembinaan seni musik dengan teknologi produksi audio-visual modern, kolaborasi apik antara UNY, Padukuhan Krapyak IX, dan Kampung Emas ini membuka peluang besar bagi tumbuhnya kelompok musik lokal yang produktif. Ke depan, inisiatif ini diharapkan mampu melahirkan konten-konten kreatif mandiri yang sekaligus menjadi media promosi seni dan identitas budaya Kampung Emas ke kancah yang lebih luas.


Leave a Reply