Wadahi Potensi Kuliner Lokal, FEB UNY Dampingi Warga Krapyak IX Inisiasi Pendirian Pasar Minggu

SLEMAN, UNY – Tingginya minat masyarakat dan wisatawan terhadap sajian kuliner khas daerah membuka peluang besar bagi pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pedesaan. Di Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, industri olahan tahu dan aneka camilan tradisional telah lama menjadi mata pencaharian warga setempat. Namun, posisi tawar para pelaku usaha…

By.

•

min read

2023

SLEMAN, UNY – Tingginya minat masyarakat dan wisatawan terhadap sajian kuliner khas daerah membuka peluang besar bagi pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pedesaan. Di Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, industri olahan tahu dan aneka camilan tradisional telah lama menjadi mata pencaharian warga setempat. Namun, posisi tawar para pelaku usaha kuliner lokal sering kali lemah lantaran berjalan secara mandiri tanpa wadah asosiasi dan sarana pemasaran terpadu.

Merespons tantangan tersebut, tim pengabdi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar program pendampingan bertajuk “Pendampingan Pendirian Pasar Minggu untuk Menunjang Kemitraan Usaha di Dusun Krapyak, Margoagung, Seyegan, Sleman”.

Inisiatif pengabdian skema PkM Pengembangan Wilayah ini diketuai oleh akademisi FEB UNY, Drs. Supriyanto, M.M., bersama tim dosen lintas disiplin ilmu yang terdiri dari Yeni Nur Prilanita, M.Pd. (FEB UNY), Dra. Rizqie Auliana, M.Kes. (FT UNY), Rusnandar, M.Sc., dan Rohmat Harjanto, M.Or. dari Badan Pengelola dan Pengembang Usaha (BPPU) UNY, serta melibatkan mahasiswa.

Ketua Tim Pengabdi UNY, Drs. Supriyanto, M.M., menjelaskan bahwa konsep rintisan Pasar Minggu (Sunmor Krapyak) dirancang untuk memanfaatkan ketersediaan lahan desa secara optimal sekaligus menjadi showroom terbuka bagi unit usaha Kuliner Berkah.

“Kehadiran Pasar Minggu memiliki efek pengganda (multiplier effect) yang sangat besar bagi ekonomi warga. Tidak hanya menjadi ajang transaksi produk kuliner lokal, kegiatan ini juga menciptakan peluang pendapatan tambahan dari jasa parkir, persewaan tempat, hingga atraksi budaya,” terang Drs. Supriyanto.

Rangkaian program diawali dengan analisis pemetaan potensi dan diskusi terarah (FGD), dilanjutkan dengan workshop intensif bagi puluhan pelaku UMKM kuliner Krapyak IX. Para peserta dibekali materi motivasi kewirausahaan, penyusunan rencana bisnis, kerapian penataan dagangan (display product), perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) dan penetapan keuntungan, serta strategi pemasaran digital melalui media sosial dan grup percakapan.

Guna menjamin keberlanjutan usaha, tim FEB UNY melaksanakan pendampingan dan monitoring secara berkala hingga September 2023. Melalui pendirian wadah Pasar Minggu dan penguatan asosiasi pelaku usaha lokal, warga Krapyak IX kini memiliki sarana kemitraan yang solid untuk meningkatkan daya saing serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi desa yang merata dan mandiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *