Perkuat Tata Kelola Wisata Budaya, FIP UNY Bekali Warga Kampung Emas Krapyak IX Strategi Manajemen Terpadu

SLEMAN, UNY – Keberadaan warisan budaya lokal dan potensi alam pedesaan di Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, menyimpan peluang besar bagi pengembangan destinasi berbasis kearifan lokal. Namun, pengolahan potensi tersebut menjadi atraksi wisata yang berdaya saing memerlukan kesiapan tata kelola dan pemahaman manajemen dari warga masyarakat setempat selaku pelaku utama di lapangan.…

By.

•

min read

20 September 2024

SLEMAN, UNY – Keberadaan warisan budaya lokal dan potensi alam pedesaan di Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, menyimpan peluang besar bagi pengembangan destinasi berbasis kearifan lokal. Namun, pengolahan potensi tersebut menjadi atraksi wisata yang berdaya saing memerlukan kesiapan tata kelola dan pemahaman manajemen dari warga masyarakat setempat selaku pelaku utama di lapangan.

Merespons kebutuhan tersebut, tim pengabdi dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan program pembinaan bertajuk “Pembinaan Strategi Pengembangan Desa Wisata Budaya di Kampung Emas, Dusun Krapyak, Margoagung, Seyegan, Sleman”.

Inisiatif pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Guru Besar FIP UNY, Prof. Dr. Nurtanio Agus Purwanto, S.Pd., M.Pd., bersama tim akademisi UNY yang berfokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan lokal.

Ketua Tim Pengabdi UNY, Prof. Dr. Nurtanio Agus Purwanto, M.Pd., menjelaskan bahwa kunci utama keberhasilan desa wisata budaya terletak pada kesadaran kolektif dan kemampuan masyarakat dalam merancang, mengelola, serta mengevaluasi paket wisata secara mandiri dan berkelanjutan.

“Masyarakat Krapyak IX memiliki kekayaan seni, tradisi, dan lanskap alam yang khas. Melalui pembinaan ini, kami mendampingi warga agar mampu menyusun peta jalan pengembangan, merancang alur pelayanan wisatawan, serta mengintegrasikan potensi budaya dan olahraga rekreasi ke dalam satu manajemen yang profesional,” jelas Prof. Nurtanio.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan secara terstruktur melalui pelatihan intensif selama tiga hari yang memadukan penyampaian materi, diskusi terarah, simulasi pelayanan destinasi, serta praktik penyusunan program. Sebanyak 25 peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, pengurus kelompok sadar wisata (pokdarwis), dan pemuda desa terlibat aktif memetakan potensi sekaligus merancang simulasi penerimaan wisatawan di kawasan Kampung Emas.

Hasil evaluasi program menunjukkan dampak yang sangat positif. Ketercapaian aspek motivasi dan kesadaran budaya warga mencapai 100 persen, kemampuan praktis dalam pengelolaan manajemen desa wisata meningkat hingga 95 persen, serta pemahaman mengenai evaluasi dan pengembangan budaya secara berkelanjutan mencapai 90 persen.

Guna menjamin keberlanjutan program di masa depan, tim FIP UNY terus mengawal penerapan strategi pengembangan desa wisata melalui monitoring pascapelatihan secara berkala. Kolaborasi erat antara akademisi UNY dan masyarakat Krapyak IX ini diharapkan mampu memantapkan posisi Kampung Emas Seyegan sebagai destinasi wisata budaya unggulan yang mandiri, berkarakter, dan menyejahterakan warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *