Kemutangguhan Pengelola Desaku: FBSB UNY Dampingi Warga Krapyak IX Racik Paket Wisata ‘Kampung Emas’

SLEMAN, UNY – Memiliki pemandangan alam yang asri, bentangan sawah yang luas, serta tradisi budaya lokal yang kental tidak serta-merta membuat sebuah desa otomatis ramai dikunjungi wisatawan. Kunci utamanya terletak pada bagaimana keunikan-keunikan tersebut diracik menjadi paket wisata yang rapi, menarik, dan dikelola oleh sumber daya manusia yang kompeten. Menjawab kebutuhan tersebut, tim pengabdi dari…

By.

•

min read

4 April 2023

SLEMAN, UNY – Memiliki pemandangan alam yang asri, bentangan sawah yang luas, serta tradisi budaya lokal yang kental tidak serta-merta membuat sebuah desa otomatis ramai dikunjungi wisatawan. Kunci utamanya terletak pada bagaimana keunikan-keunikan tersebut diracik menjadi paket wisata yang rapi, menarik, dan dikelola oleh sumber daya manusia yang kompeten.

Menjawab kebutuhan tersebut, tim pengabdi dari Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar program “Pelatihan dan Pendampingan Tata Kelola Potensi Wisata Menuju Kampung Emas di Padukuhan Krapyak IX, Margoagung, Seyegan, Sleman”.

Inisiatif pengabdian kemitraan masyarakat ini dipimpin oleh dosen Pendidikan Bahasa Inggris FBSB UNY, Dr. Sukarno, S.Pd., M.Hum., bekerja sama dengan tim pakar keolahragaan, kepariwisataan, dan manajemen pendidikan UNY yang terdiri dari Prof. Dr. Erwin Setyo Kriswanto, S.Pd., M.Kes., Dr. Minta Harsana, A.Par., M.Sc., Dr. Drs. Suyud, M.Pd., dan Dr. Drs. Sridadi, M.Pd., serta didukung oleh tujuh mahasiswa.

Ketua Tim Pengabdi UNY, Dr. Sukarno, S.Pd., M.Hum., menjelaskan bahwa Padukuhan Krapyak IX tengah berbenah membangun identitas sebagai destinasi unggulan “Kampung Emas”. Namun, pengelola desa wisata di tingkat lokal masih tergolong baru dan menghadapi keterbatasan pengalaman dalam hal tata kelola kepariwisataan, penyusunan itinerary, serta pemaketan destinasi (tour packaging) yang dapat memikat minat wisatawan.

Pelatihan yang mengikutsertakan 15 calon pengelola dan tokoh masyarakat setempat ini dikemas secara komprehensif. Para peserta dibekali materi identifikasi potensi desa, teknik menyusun rute perjalanan wisata yang menarik, hingga simulasi pemanduan tamu (tour guiding). Tak hanya itu, para narasumber juga memandu warga merancang struktur organisasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) agar pembagian tugas dalam mengelola destinasi wisata desa menjadi lebih jelas dan profesional.

Efektivitas pendampingan ini terlihat nyata dari hasil evaluasi pretest dan posttest peserta. Pemahaman warga mengenai pemaketan wisata meningkat secara signifikan, di mana nilai rata-rata peserta melonjak dari angka 6,5 sebelum pelatihan menjadi 8,0 setelah mengikuti rangkaian workshop dan diskusi interaktif.

Guna memastikan hasil pelatihan dapat diterapkan secara nyata di lapangan, tim FBSB UNY komit memberikan pendampingan berkala hingga satu tahun ke depan. Pendampingan ini difokuskan pada pengawalan peluncuran paket-paket wisata Kampung Emas Krapyak IX, penataan fasilitas pendukung, serta strategi promosi untuk merealisasikan target kunjungan wisatawan secara berkelanjutan. Lewat pendampingan dari UNY ini, Krapyak IX Seyegan optimistis melangkah menjadi kawasan desa wisata yang mandiri, tertata, dan berdaya saing tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *