SLEMAN — Isu kesehatan mental alias mental health kini tak lagi hanya jadi perbincangan anak muda di kota-kota besar. Kesadaran pentingnya menjaga mental yang sehat juga merambah hingga ke pelosok desa, seperti di Kampung Emas Seyegan, Sleman.
Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Vokasi UNY yang dipimpin Prof. Dr. Komarudin, S.Pd., M.A. menggelar Pelatihan Literasi Kesehatan Mental yang menggegerkan antusiasme para remaja setempat.
Tak cuma sekadar ceramah membosankan, pelatihan ini dikemas interaktif lewat workshop praktik langsung. Para peserta diajak menjajal teknik relaksasi otot, latihan pernapasan dalam (deep breathing), hingga seni melakukan self-talk positif untuk meredam stres dan kecemasan sehari-hari.
Lonjakan Pemahaman Hingga 55,95 Persen
Dampak dari pelatihan ini sangat instan dan terukur. Berdasarkan hasil evaluasi pretest dan posttest yang dilakukan tim UNY, terjadi lonjakan pengetahuan peserta tentang kesehatan mental hingga 55,95%.
Skor rata-rata peserta yang semula hanya berada di angka 1,00 melejit menjadi 2,27 setelah mengikuti serangkaian simulasi dan diskusi kelompok.
“Banyak remaja sebenarnya mengalami tekanan emosional, tapi bingung harus cerita ke siapa atau bagaimana mengelolanya. Lewat pelatihan ini, kita bekali mereka ‘kotak p3k mental’ sederhana yang bisa dipakai kapan saja saat merasa tertekan,” jelas Prof. Komarudin.


Leave a Reply