SLEMAN, UNY – Kawasan rintisan Kampung Emas di Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, memiliki berbagai aset olahraga rekreasi yang potensial, mulai dari lapangan bola mini, arena panahan, wahana outbound, hingga lapangan petanque. Namun, keberadaan sarana olahraga yang melimpah tersebut memerlukan sistem tata kelola dan pemeliharaan yang teratur agar tetap aman, nyaman, serta berdaya guna tinggi bagi masyarakat maupun wisatawan.
Guna memperkuat kapasitas pengelola lokal, tim pengabdi Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan program bertajuk “Workshop Manajemen Fasilitas Olahraga di Kampung Emas Seyegan”.
Inisiatif pengabdian masyarakat skema DIPA FIKK UNY ini diketuai oleh Prof. Dr. Sigit Nugroho, S.Or., M.Or., bersama tim akademisi keolahragaan yang terdiri dari Dr. Sulistiyono, S.Pd., M.Pd., Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., Dr. Fatkurahman Arjuna, S.Or., M.Or., dan Duwi Kurnianto Pambudi, S.Or., M.Or., serta didukung tim mahasiswa FIKK UNY.
Ketua Tim Pengabdi UNY, Prof. Dr. Sigit Nugroho, S.Or., M.Or., menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan wujud nyata implementasi pilar UNY Bangun Desa dan konsep penyangga 4K (Kampus, Kampung, Keraton, Kantor). Tata kelola fasilitas olahraga yang baik membutuhkan perencanaan pengadaan, pemeliharaan rutin, inventarisasi alat, hingga penerapan standar keselamatan.
“Fasilitas olahraga rekreasi yang terawat dengan baik bukan hanya menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna, tetapi juga menjadi daya tarik utama dalam memajukan desa wisata berbasis sport tourism. Melalui workshop ini, pengelola lokal diajak memahami prinsip manajemen sarana dan prasarana secara efektif dan efisien,” ujar Prof. Sigit.
Rangkaian workshop berlangsung selama dua hari pada 1–2 Juli 2023 di Kampung Emas Krapyak IX dan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari pengelola kawasan, tokoh pemuda, serta komunitas olahraga lokal. Materi pelatihan memadukan sesi teori tata kelola dan simulasi praktik lapangan bersama praktisi outbound. Para peserta dibekali pemahaman mengenai perencanaan alokasi ruang, penjadwalan pemakaian sarana, perawatan teknis peralatan, hingga aspek kehandalan keselamatan fasilitas luar ruangan.
Melalui pendampingan ini, pengelola Kampung Emas Krapyak IX diharapkan mampu menjalankan tata kelola sarana olahraga secara mandiri dan profesional, sekaligus menjadikan olahraga rekreasi sebagai pendorong kebugaran warga dan daya tarik wisata unggulan di Kabupaten Sleman.


Leave a Reply