SLEMAN, UNY – Penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi pilar utama dalam mewujudkan destinasi wisata desa yang profesional, mandiri, dan berkelanjutan. Di kawasan rintisan Kampung Emas, Dusun Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, melimpahnya potensi alam dan ruang terbuka memiliki daya tarik besar untuk dikembangkan menjadi destinasi pariwisata olahraga (sport tourism).
Guna mengoptimalkan peluang tersebut, tim pengabdi dari Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dan Ilmu Politik (FISHIPOL) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) meluncurkan program “Pengembangan SDM Dalam Pengelolaan Wisata Di Kampung Emas Di Margoagung, Seyegan, Sleman”.
Inisiatif pengabdian masyarakat ini diketuai oleh dosen Program Studi Pariwisata FISHIPOL UNY, Ebtana Sella Mayang Fitri, M.Arch., bersama tim akademisi yang terdiri dari Indri Kurniawati, M.Sc. dan Ajie Wicaksono, S.Pd., M.M., serta dibantu oleh lima mahasiswa FISHIPOL UNY.
Ketua Tim Pengabdi UNY, Ebtana Sella Mayang Fitri, M.Arch., mengungkapkan bahwa tren pariwisata pascapandemi menunjukkan peningkatan minat masyarakat terhadap rekreasi berbasis kebugaran jasmani di alam terbuka. Hal ini selaras dengan pilar Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang mendorong integrasi antara olahraga rekreasi dan pariwisata. Namun, keterbatasan pelatihan dan wawasan tata kelola pariwisata modern kerap menjadi tantangan bagi warga lokal dalam mengemas potensi tersebut secara optimal.
Program pendampingan ini dirancang khusus bagi pengelola desa wisata dan warga setempat dengan mengombinasikan metode workshop, diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion), observasi lokasi, serta demonstrasi praktik lapangan. Para peserta dibekali pemahaman mengenai identifikasi aset sport tourism desa—seperti rute jogging, tempat bersepeda, dan arena outbound—serta cara mengintegrasikannya dengan kearifan lokal dan potensi ekonomi warga.
Selain aspek teknis keolahragaan, tim FISHIPOL UNY juga menekankan pentingnya adopsi teknologi informasi untuk pemasaran digital dan penguatan kolaborasi antarwirausaha lokal. Warga diajak merancang paket-paket rekreasi yang memadukan atraksi olahraga, kuliner tradisional, dan produk kerajinan desa.
Sebagai penjamin keberlanjutan program, UNY merancang skema monitoring dan evaluasi berkala serta pelatihan rutin bagi pengelola Kampung Emas Krapyak IX. Melalui sinergi erat antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan praktisi kepariwisataan ini, Kampung Emas Krapyak IX Seyegan optimistis melangkah menjadi kawasan destinasi sport tourism berbasis masyarakat yang unggul, berdaya saing, dan mampu mendongkrak perekonomian warga lokal.


Leave a Reply