Petakan Potensi Lokal Krapyak IX, Tim FISIPOL UNY Racik Paket Wisata Edukasi dan Sejarah Terpadu

SLEMAN, UNY – Dusun Krapyak IX di Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, dianugerahi bentang alam yang asri, kekayaan sejarah, serta tradisi budaya lokal yang masih terjaga erat. Namun, melimpahnya aset potensi tersebut belum tergarap optimal menjadi penggerak ekonomi warga lantaran minimnya kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan industri pariwisata. Merespons tantangan tersebut, tim pengabdi dari…

By.

•

min read

20 Juni 2023

SLEMAN, UNY – Dusun Krapyak IX di Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, dianugerahi bentang alam yang asri, kekayaan sejarah, serta tradisi budaya lokal yang masih terjaga erat. Namun, melimpahnya aset potensi tersebut belum tergarap optimal menjadi penggerak ekonomi warga lantaran minimnya kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan industri pariwisata.

Merespons tantangan tersebut, tim pengabdi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan program penugasan bertajuk “Pelatihan Pemetaan Potensi Wisata Desa di Kampung Emas Kecamatan Seyegan”.

Inisiatif pengabdian masyarakat ini diketuai oleh pakar pariwisata FISIPOL UNY, Ebtana Sella Mayang Fitri, M.Arch., bersama tim akademisi lintas disiplin ilmu yang terdiri dari Prof. Dr. Aman, M.Pd., Dr. Rhoma Dwi Aria Yuliantri, M.Pd., Dr. Risky Setiawan, M.Pd., Indri Kurniawati, M.Sc., dan Septian Teguh Wijiyanto, M.Pd.

Ketua Tim Pengabdi UNY, Ebtana Sella Mayang Fitri, M.Arch., menjelaskan bahwa pengembangan desa wisata membutuhkan keterlibatan masyarakat (community-based tourism) sejak hulu perencanaan. Melalui analisis potensi yang terukur, warga diajak mengenali kekuatan, kelemahan, peluang, serta tantangan di kawasan mereka sendiri.

“Kami datang tidak sekadar memberi teori, melainkan mendampingi warga secara langsung untuk memetakan apa saja atraksi unik di Krapyak IX yang memiliki nilai jual. Dengan analisis kelayakan ekonomi yang matang, potensi ini diracik menjadi lembar dokumen paket wisata terpadu yang siap ditawarkan kepada calon wisatawan,” terang Ebtana.

Rangkaian pendampingan yang berlangsung selama enam bulan ini memuncak pada forum diskusi terarah (FGD) dan pelatihan intensif yang diikuti oleh 43 warga lokal. Melalui kajian kekuatan lapangan dan analisis analisis finansial (Net Present Value, Internal Rate of Return, dan Payback Period), tim UNY bersama warga menyusun dokumen Paket Wisata Kampung Emas yang terbagi dalam lima kategori atraksi unggulan:

  1. Wisata Seni & Budaya yaitu Seni tari tradisional, karawitan, latihan pencak silat, nyanyi tradisional, serta workshop pembuatan kerajinan janur dan ecoprint.
  2. Wisata Alam & Edukasi yaitu Kegiatan tree adoption (adopsi pohon), keliling desa naik gerobak sapi, edukasi tanam hidroponik, village camp, hingga nostalgia permainan tradisional seperti ingkling, gobak sodor, dan dakon.
  3. Wisata Olahraga & Rekreasi antara lain Olahraga panahan, voli, bulu tangkis, tenis meja, serta wahana outbound dan flying fox.
  4. Wisata Kuliner & Event berupa Pengalaman mengolah tahu Krapyak, menikmati hidangan tradisional (nasi wiwitan, ingkung, bebek bacem, gudeg) dan minuman herbal (seruni, jahe, secang), hingga event budaya seperti festival layangan dan sepak bola lumpur.
  5. Souvenir & Oleh-Oleh berupa Cenderamata khas karya warga berupa totebag ecoprint, kain ecoprint, mug, kaos, dan topi.

Melalui pelatihan pemetaan ini, warga Krapyak IX tidak lagi sekadar menjadi penonton, melainkan bertindak sebagai subjek utama pengelola destinasi—mulai dari pemandu wisata, instruktur kerajinan, pengelola kuliner, hingga pelaku atraksi seni.

Guna menjaga keberlanjutan program, tim FISIPOL UNY mengawal pembentukan kelembagaan pengelola lokal serta memublikasikan hasil kajian pemetaan ini ke jurnal ilmiah nasional sebagai pijakan evaluasi dan pengembangan Kampung Emas Seyegan secara jangka panjang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *