Perkuat Sumber Daya Lokal, FIP UNY Dampingi Warga Krapyak IX Wujudkan Desa Wisata Budaya dan Edukasi

SLEMAN, UNY – Komitmen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam mengawal pembentukan destinasi rintisan Kampung Emas di Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman terus diwujudkan melalui aksi nyata. Langkah ini berfokus pada penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal agar masyarakat mampu mengelola potensi alam, kebudayaan, dan keolahragaan desa secara mandiri dan berkelanjutan. Upaya…

By.

•

min read

12 September 2023

SLEMAN, UNY – Komitmen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam mengawal pembentukan destinasi rintisan Kampung Emas di Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman terus diwujudkan melalui aksi nyata. Langkah ini berfokus pada penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal agar masyarakat mampu mengelola potensi alam, kebudayaan, dan keolahragaan desa secara mandiri dan berkelanjutan.

Upaya penguatan tersebut dilaksanakan melalui program pengabdian masyarakat bertajuk “Potensi Pengembangan Desa Wisata Budaya di Kampung Emas, Dusun Krapyak, Margoagung, Seyegan, Sleman”.

Inisiatif pengabdian skema Mbangun Desa ini diketuai oleh Guru Besar Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIP) UNY, Prof. Dr. Nurtanio Agus Purwanto, S.Pd., M.Pd., bersama tim akademisi UNY yang terdiri dari Indri Kurniawati, M.Sc., Dr. H. Fery Muhamad Firdaus, M.Pd., dan Dr. Lia Yuliana, M.Pd., serta didukung oleh tim mahasiswa pendamping.

Ketua Tim Pengabdi UNY, Prof. Dr. Nurtanio Agus Purwanto, M.Pd., menjelaskan bahwa pengembangan desa wisata tidak hanya bergantung pada penyediaan infrastruktur fisik, tetapi sangat ditentukan oleh kesiapan dan pemahaman masyarakat sebagai pelaku utama di lapangan. Oleh karena itu, pendampingan dirancang secara sistematis menggunakan kerangka kerja 4D (Define, Design, Development, Disseminate) dari pemetaan masalah hingga perumusan rencana aksi.

Pendampingan melibatkan 25 pegiat desa wisata, pengurus kelompok sadar wisata (pokdarwis), serta tokoh masyarakat setempat. Melalui pelatihan intensif, diskusi terarah (FGD), dan layanan konsultasi daring interaktif, para peserta diajak menggali gagasan kreatif untuk menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan desa periode 2023–2027 menuju target Desa Wisata Edukasi skala nasional.

Hasil riset dan pendampingan FIP UNY ini berhasil mengintegrasikan 10 potensi unggulan desa ke dalam Buku Grand Design terpadu. Potensi tersebut meliputi sektor ekonomi dan agribisnis seperti olahan tahu Krapyak, peternakan kambing (mendo), perikanan (mino), pertanian, dan kuliner, yang dipadukan dengan sektor edukasi seperti sarana olahraga, panggung seni budaya, serta sekolah alam.

Partisipasi warga Krapyak IX menjadi penggerak utama keberhasilan program ini. Masyarakat bergotong royong menyediakan lahan pribadi secara swadaya untuk pembangunan fasilitas publik, meliputi bumi perkemahan terpadu, sarana olahraga, kolam renang desa, hingga penyediaan gazebo pos ronda keamanan. Tingkat partisipasi aktif warga mencapai 95%, mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut kemandirian ekonomi berbasis wisata budaya.

Sinergi erat antara akademisi FIP UNY, warga lokal, dan pemerintah daerah ini menjadi modal kuat bagi Kampung Emas Krapyak IX untuk bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berkarakter, edukatif, dan sejahtera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *