Perkuat Modal Sosial dan Budaya, Tim Peneliti UNY Dorong Community Development dan Padukuhan Ramah Anak di Seyegan

SLEMAN, UNY – Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Tim Peneliti yang diketuai oleh Prof. Dr. Anik Ghufron, M.Pd., sukses melaksanakan program riset dan pengabdian masyarakat bertajuk “Penguatan Social And Cultural Capital Dalam Menopang Community Development Menuju Era Digital Pada Kampung Krapyak IX Kapanewon, Seyegan, Sleman”. Pelaksanaan program yang berlangsung intensif sejak Maret hingga…

By.

•

min read

29 Oktober 2023

SLEMAN, UNY – Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Tim Peneliti yang diketuai oleh Prof. Dr. Anik Ghufron, M.Pd., sukses melaksanakan program riset dan pengabdian masyarakat bertajuk “Penguatan Social And Cultural Capital Dalam Menopang Community Development Menuju Era Digital Pada Kampung Krapyak IX Kapanewon, Seyegan, Sleman”. Pelaksanaan program yang berlangsung intensif sejak Maret hingga September 2023 ini dirancang sebagai langkah nyata dalam mengoptimalkan potensi lokal masyarakat pedesaan guna merespons tantangan era transformasi digital secara bijak.

Tim riset UNY beranggotakan para akademisi lintas disiplin, di antaranya Dr. Arif Rohman, M.Si. (Kebijakan Pendidikan), Dr. Ridho Gata Wijaya, M.Or. (Ilmu Keolahragaan), dan Ebtana Sella Mayang Fitri, M.Arch. (Kepariwisataan), serta melibatkan mahasiswa Program Doktor Ilmu Pendidikan UNY, yaitu Maryani dan M. Saiful Anwar. Kehadiran tim multidisiplin ini bertujuan untuk menggali dan merumuskan strategi penguatan modal sosial dan modal budaya sebagai fondasi utama pembangunan komunitas yang mandiri dan berkelanjutan.

Ketua Tim Peneliti UNY, Prof. Dr. Anik Ghufron, M.Pd., menyampaikan bahwa di tengah derasnya arus modernisasi dan pesatnya perkembangan teknologi digital, masyarakat pedesaan di Kampung Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang sangat potensial. Wilayah Seyegan sendiri kaya akan tradisi budaya, seperti kelompok Karawitan tertua “Adhem Ayem” di Dusun Krapyak yang berdiri sejak 1980, seni Jatilan, hingga seni ketoprak. Modal budaya (cultural capital) ini menjadi aset penting yang perlu diselaraskan dengan kemajuan era digital agar tidak tergerus oleh zaman.

Pelaksanaan program ini difokuskan pada penguatan kapasitas warga serta pengelolaan lingkungan padukuhan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal melalui kajian Manajemen Padukuhan Ramah Anak. Tahapan riset dan pengabdian dilaksanakan secara sistematis dan partisipatif, meliputi identifikasi permasalahan awal, penggalian data lapangan, wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, validasi data, pengolahan data, hingga diseminasi hasil penelitian kepada warga setempat.

Dari hasil kajian di lapangan, Padukuhan Krapyak IX telah berhasil menunjukkan komitmen tinggi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, aman, dan kondusif bagi anak-anak. Di lokasi penelitian, telah tersedia fasilitas ruang publik seperti taman bermain anak, area khusus permainan tradisional, serta ruang terbuka tempat berkumpulnya warga. Kehadiran sarana ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang fisik, tetapi juga sebagai wahana interaksi sosial warga dalam menanamkan nilai-nilai kebudayaan dan kebersamaan sejak dini.

Selain pembangunan infrastruktur pendukung, program ini memberikan perhatian besar pada aspek keterlibatan dan pemberdayaan masyarakat. Anak-anak dan remaja di Kampung Krapyak IX diberikan ruang partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, pelestarian lingkungan, edukasi, hingga dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan terkait penataan lingkungan padukuhan. Pendekatan ini terbukti efektif dalam membangun rasa memiliki (sense of belonging) serta kepedulian sosial di kalangan generasi muda.

Dalam aspek pengembangan ekonomi dan kelembagaan masyarakat (community development), tim riset UNY mengidentifikasi tiga unsur utama modal sosial (social capital) yang menjadi penyokong keberhasilan BUM Desa Margoagung. Pertama, rasa saling mempercayai (trust) yang terjalin harmonis antara masyarakat dan pemerintah desa dalam mengelola potensi pariwisata lokal. Kedua, norma sosial (norm) yang mengikat dan mendorong kesadaran warga untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan perdesaan. Ketiga, jaringan kerja sama (network) yang kuat antara BUM Desa Margoagung dengan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) serta kelompok pengelola pariwisata “Pesona Margoagung”.

Untuk menjaga keberlanjutan program (program sustainability), riset ini menyusun rekomendasi langkah strategis jangka panjang bagi pengelola padukuhan. Strategi keberlanjutan tersebut mencakup pemantauan dan evaluasi berkala, perawatan sarana dan fasilitas publik, pembentukan tim atau komite pengelola khusus, serta peningkatan partisipasi anak dan pemuda secara berkelanjutan melalui agenda-agenda kreatif berbasis digital.

Ke depan, pengembangan Kampung Krapyak IX diarahkan pada penguatan inovasi dan kolaborasi multi-pihak (pentahelix). Sinergi sinergis antara pemerintah daerah, masyarakat lokal, pihak sekolah, perguruan tinggi seperti UNY, serta lembaga swadaya masyarakat diharapkan terus terjalin erat. Melalui penguatan modal sosial dan budaya ini, Kampung Krapyak IX diproyeksikan menjadi percontohan “Kampung Emas” yang siap menghadapi tantangan era digital tanpa kehilangan identitas kebudayaannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *