Membangun minat baca anak di tengah gempuran media digital memerlukan strategi pembelajaran yang imersif dan menyenangkan. Menumpuk buku di rak perpustakaan tidak lagi cukup untuk menarik perhatian generasi muda yang terbiasa dengan stimulasi visual bergerak.
Menjawab tantangan tersebut, Dr. Drs. Bambang Saptono, M.Si. dari FIP UNY menginisiasi revitalisasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) “Literasi Berkah” di Kampung Emas Seyegan melalui penerapan metode Read Aloud (Membaca Nyaring).
Penerapan metode ini didasarkan pada kerangka instruksional ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Dr. Bambang mengembangkan dua instrumen utama, yaitu Buku Panduan Tata Kelola TBM dan Buku Panduan Praktis Teknik Read Aloud untuk pengelola dan relawan TBM.
Melalui workshop yang digelar pada 5 November 2023, pengelola TBM dan orang tua diajarkan cara membaca buku cerita dengan intonasi dinamis, artikulasi vokal yang jelas, penggunaan mimik muka, serta jeda dramatis untuk menghidupkan karakter cerita di hadapan anak-anak.
“Membaca bukan sekadar mengeja deretan kata, melainkan proses membangun ruang imajinasi. Saat membacakan cerita dengan ekspresi yang tepat, anak tidak merasa dipaksa belajar, melainkan diajak berpetualang,” pungkas Dr. Bambang Saptono.


Leave a Reply