SLEMAN — Mengajak masyarakat untuk kembali aktif bergerak dan membudayakan gaya hidup sehat kini dikemas dalam bentuk yang seru dan meriah. Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang dipimpin oleh Dr. Tri Ani Hastuti, S.Pd., M.Pd. sukses menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pada 10–11 Agustus 2024 melalui kegiatan Mini Tournament Bulutangkis sebagai Upaya Peningkatan Kebugaran Jasmani dan Gaya Hidup Sehat bagi Masyarakat Kampung Emas Dusun Krapyak IX, Margoagung, Seyegan, Sleman.
Program ini dirancang sangat tepat untuk menjawab tantangan gaya hidup warga yang cenderung kurang aktif, sekaligus mengoptimalkan fasilitas olahraga desa yang selama ini belum digunakan secara maksimal. Melalui konsep turnamen mini yang merakyat, kegiatan ini tidak hanya bertujuan memasyarakatkan olahraga dan meningkatkan kebugaran jasmani, tetapi juga menjadi ajang seru untuk memperkuat interaksi sosial antarwarga. Sebelum acara dimulai, tim dosen FIKK UNY telah melakukan observasi dan koordinasi matang bersama para tokoh masyarakat setempat.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung meriah di lapangan bulu tangkis Kampung Emas. Rangkaian acara dikemas secara interaktif, mulai dari sesi pengenalan teknik dasar, diskusi, tanya jawab, demonstrasi, hingga praktik langsung di lapangan yang disertai pendampingan dan koreksi dari tim ahli. Puncak kegiatan berupa mini tournament sukses menyedot perhatian warga, di mana para peserta tidak hanya berolahraga tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga bertanding secara langsung dalam suasana yang kompetitif namun tetap penuh kebersamaan.
Keterlibatan warga tampak sangat luar biasa sejak tahap persiapan hingga hari pelaksanaan. Berkat dukungan penuh dari pemangku kebijakan, tokoh masyarakat, serta ketersediaan fasilitas desa, warga berbondong-bondong mengambil bagian sebagai peserta turnamen. Ajang ini sukses memberikan ruang bagi masyarakat untuk bersenang-senang, berkomunikasi, dan menjaga kebugaran tubuh secara kolektif.
Melihat antusiasme yang tinggi serta manfaat nyata yang dirasakan warga, program ini diharapkan tidak berhenti sekali jalan saja. Para warga dan tokoh setempat merekomendasikan agar kegiatan olahraga serupa dapat rutin dilaksanakan. Ke depan, mini tournament ini berpotensi besar untuk dikembangkan tidak hanya sebagai sarana menjaga kesehatan dan kebugaran, tetapi juga sebagai wadah promosi terpadu untuk mengenalkan potensi wisata, budaya, kuliner, dan produk lokal Kampung Emas ke khalayak luas.


Leave a Reply