SLEMAN — Menghidupkan gairah seni di tengah masyarakat, dosen Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang dipimpin oleh Dr. Drijastuti Jogjaningrum, S.Sn., M.A. sukses menggelar program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pada tahun 2024. Mengusung tajuk Pelatihan Kelompok Musik Combo Band di Kampung Emas Krapyak IX, Margoagung, Seyegan, Sleman, program ini hadir untuk mewadahi minat dan bakat bermusik warga setempat.
Pelatihan ini dinilai sangat tepat sasaran dalam menggali potensi seni yang ada di Kampung Emas Krapyak IX. Warga diajak mendalami dunia musik secara langsung bersama tim dari Program Studi Pendidikan Seni Musik UNY, mulai dari teknik penguasaan instrumen hingga mengenal teknologi musik digital. Menariknya, kegiatan ini dirancang secara terstruktur dalam enam kali pertemuan intensif dan ditutup langsung dengan sebuah pementasan meriah.
Manfaat yang dirasakan peserta pun sangat nyata. Keterampilan dan wawasan mereka dalam bermusik dengan format combo band meningkat pesat. Warga berlatih memegang berbagai alat musik seperti gitar, bass, keyboard, drum, hingga mengasah teknik vokal secara selaras, sebelum akhirnya meramu semuanya menjadi sebuah karya utuh yang siap dipentaskan dan diunggah ke platform digital.
Suasana kebersamaan begitu terasa karena masyarakat dilibatkan secara aktif dalam setiap sesi latihan, proses produksi musik, rekaman studio, hingga pementasan akhir. Pendampingan telaten dari tim UNY berhasil membangkitkan keberanian berekspresi, memperkuat rasa kebersamaan, sekaligus melatih kemampuan warga untuk bekerja sama secara harmonis dalam sebuah kelompok musik.
Fondasi bermusik yang telah ditanamkan melalui enam kali pertemuan tersebut dirancang agar terus berkelanjutan. Kebiasaan berlatih yang terbentuk serta pengalaman tampil di panggung dan publikasi digital menjadi modal kuat bagi warga untuk menjaga semangat berkarya secara mandiri di kemudian hari.
Memadukan pelatihan instrumen combo band dengan teknik rekaman, mixing-mastering, hingga publikasi YouTube, kolaborasi apik antara dosen, mahasiswa, dan warga ini membuka jalan lebar bagi terbentuknya kelompok musik lokal yang mandiri. Ke depan, kegiatan ini diharapkan terus hidup untuk menyemarakkan kegiatan seni sekaligus menjadi daya tarik promosi budaya di Kampung Emas.


Leave a Reply