SLEMAN — Mengelola administrasi dan pencatatan laboratorium kini tidak lagi manual dan rumit bagi warga Kampung Emas Krapyak IX, Margoagung, Seyegan. Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO. dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam memajukan literasi digital masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang digelar pada 7–8 September 2024. Mengusung tajuk Pelatihan Pemanfaatan Aplikasi Google Spreadsheet dalam Pengelolaan Laboratorium Kampung Emas Krapyak IX Seyegan Sleman DIY, kegiatan ini sukses diikuti oleh 31 peserta dari kalangan usia 15 hingga 25 tahun.
Program pelatihan ini dinilai sangat relevan dan tepat guna dalam mendongkrak keterampilan digital warga, khususnya dalam hal manajemen dan pengelolaan data secara modern. Mengusung metode pembelajaran yang interaktif, rangkaian acara dikemas lewat sesi praktik langsung, studi kasus nyata, diskusi kelompok, pengerjaan tes awal dan akhir (pre-test dan post-test), serta didukung penuh oleh modul panduan tertulis dan video tutorial praktis.
Manfaat langsung dari pelatihan ini dirasakan betul oleh para peserta. Dalam waktu singkat, anak-anak muda setempat mampu menguasai berbagai fitur dasar hingga lanjutan di Google Spreadsheet—mulai dari penggunaan rumus penting seperti SUM, AVERAGE, COUNTIF, IF, VLOOKUP, hingga HLOOKUP. Tidak hanya itu, peserta juga piawai menggunakan fitur kolaborasi berbagi berkas secara real-time serta merancang template khusus untuk pencatatan peminjaman fasilitas laboratorium dan pembuatan laporan keuangan atau inventaris secara otomatis. Peningkatan keterampilan teknis ini terbukti berhasil mendongkrak efisiensi kerja sekaligus kepercayaan diri peserta.
Suasana kelas berlangsung sangat dinamis dan hidup berkat tingginya partisipasi warga. Para peserta tampak antusias berdiskusi, saling membantu dalam sesi praktik, dan berkolaborasi memecahkan berbagai tantangan pengelolaan data laboratorium. Pendekatan partisipatif yang diterapkan sukses mencairkan suasana, menciptakan ruang interaksi yang hangat serta ajang tukar pengalaman yang produktif di antara sesama warga.
Agar ilmu yang didapat tidak berhenti di ruang pelatihan, program ini telah menyiapkan pilar keberlanjutan yang matang. Berbagai materi pendukung berupa panduan praktis dan video tutorial dibagikan agar dapat terus dipelajari kembali kapan saja. Para peserta juga didorong untuk menularkan pengetahuan berharga ini kepada warga lainnya, sehingga sistem tata kelola laboratorium desa bisa berjalan semakin transparan, akuntabel, dan profesional ke depannya.


Leave a Reply