Meninggalkan Cerita Kelam Predator Regol, Kolam Ikan Kampung Emas Seyegan Kini Bergeliat Kembali

SLEMAN, UNY – Ada pemandangan berbeda saat melintasi Tepi Saluran Air di Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman. Gemericik air dan kibasan sirip puluhan ribu ikan kini menghiasi 18 kolam di kawasan rintisan Kampung Emas. Pemandangan asri ini menjadi bukti kebangkitan kelompok tani Mina Berkah setelah sempat berjuang melawan serangkaian kendala teknis dan…

By.

•

min read

12 Oktober 2024

SLEMAN, UNY – Ada pemandangan berbeda saat melintasi Tepi Saluran Air di Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman. Gemericik air dan kibasan sirip puluhan ribu ikan kini menghiasi 18 kolam di kawasan rintisan Kampung Emas. Pemandangan asri ini menjadi bukti kebangkitan kelompok tani Mina Berkah setelah sempat berjuang melawan serangkaian kendala teknis dan ancaman predator liar.

Sebelumnya, kolam-kolam ikan yang menjadi tumpuan pilar Mino Berkah ini masih dibatasi tanggul tanah sederhana. Dinding tanah yang tergerus air kerap memicu kebocoran, membuat kedalaman air tidak stabil, serta menyuburkan gumpalan eceng gondok yang menyempitkan ruang gerak ikan. Tak hanya itu, tanggul alami tersebut membuka celah bagi kawanan garangan (regol) untuk datang memangsa ikan-ikan peliharaan warga. Risiko pencurian di malam hari akibat ketiadaan penerangan kian melengkapi tantangan yang harus dihadapi para peternak lokal.

Mendorong terwujudnya kemandirian pangan dan ekonomi warga, tim pengabdi dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (FT UNY) yang dipimpin Prof. Dr. Drs. Ir. Darmono, M.T., IPM., ASEAN Eng., turun tangan melakukan pembenahan menyeluruh. Melalui skema Penugasan Guru Besar 2024, tim pakar teknik sipil UNY bersama anggota kelompok Mina Berkah merenovasi struktur fisik kolam secara permanen. Tanggul tanah liat digantikan dengan pasangan dinding batako kedap air untuk membendung resapan sekaligus menutup total akses masuk bagi hama pemangsa.

Pembenahan tidak berhenti pada fisik kolam semata. Kedalaman tiap kolam diukur ulang untuk disesuaikan dengan jenis bibit ikan yang paling optimal, seperti ikan nila. Jaringan listrik PLN ditarik untuk menerangi seluruh area kolam di malam hari, sementara pembersihan gulma eceng gondok disepakati sebagai agenda rutin bulanan warga. Untuk menjaga keamanan kawasan secara berkelanjutan, petugas penjaga kolam ditempatkan secara khusus dan dibekali kesempatan mengelola unit usaha kafe di bangunan bekas IPAL yang telah direnovasi.

Sentuhan teknologi konstruksi dan tata kelola terpadu dari FT UNY ini terbukti mengembalikan gairah budidaya perikanan air tawar di Krapyak IX. Kini, kolam-kolam ikan yang dulu rawan bocor dan terancam predator telah bertransformasi menjadi area budidaya yang produktif dan aman. Sinergi antara akademisi dan masyarakat lokal ini tidak hanya meningkatkan pendapatan kelompok Mina Berkah, tetapi juga memperkuat pilar ekonomi dan eduwisata Kampung Emas Seyegan secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *