Mengasah Kepercayaan Diri, Unggah-Ungguh Basa Jawa Krama, dan Internalisasi Budi Pekerti Sastra di Krapyak IX

SLEMAN, UNY Official — Kesenian drama tradisional Ketoprak di Dusun Krapyak IX sempat memudar dan terhenti selama hampir satu dekade akibat minimnya regenerasi pemeran dari kalangan generasi muda. Namun pada Sabtu malam, suasana panggung pementasan Pendopo Kampung Emas kembali hidup, dipenuhi tepuk tangan meriah ratusan penonton yang menyaksikan pertunjukan lakon sejarah “Minak Jingga Lena”. Istimewanya,…

By.

•

min read

1 Sep 2024

SLEMAN, UNY Official — Kesenian drama tradisional Ketoprak di Dusun Krapyak IX sempat memudar dan terhenti selama hampir satu dekade akibat minimnya regenerasi pemeran dari kalangan generasi muda. Namun pada Sabtu malam, suasana panggung pementasan Pendopo Kampung Emas kembali hidup, dipenuhi tepuk tangan meriah ratusan penonton yang menyaksikan pertunjukan lakon sejarah “Minak Jingga Lena”.

Istimewanya, seluruh jajaran pemeran, penabuh gamelan, hingga pengatur panggung dalam pementasan tersebut adalah anak-anak usia sekolah dasar setempat. Keberhasilan revitalisasi budaya ini merupakan hasil dari pendampingan intensif berbasis metode pedagogi Role Playing yang digagas oleh pakar pendidikan seni drama FBSB UNY, Dr. Drs. Cipto Budy Handoyo, M.Pd.

Melalui pendekatan Role Playing (Bermain Peran), anak-anak tidak dituntut menghafal naskah dialog Jawa kuno secara tertekan. Sebaliknya, mereka diajak memahami karakter tokoh, alur cerita, serta nilai-nilai emosi peran yang dimainkan secara ekspresif melalui eksplorasi improvisasi adegan.

Proses latihan yang berlangsung selama tiga bulan ini sekaligus dijadikan wahana efektif untuk mengajarkan penguasaan bahasa Jawa krama inggil (halus), tata krama pertunjukan (unggah-ungguh), artikulasi vokal panggung, serta pembentukan karakter percaya diri tampil di depan publik.

Dr. Drs. Cipto Budy Handoyo, M.Pd. memaparkan pentingnya memadukan seni tradisi dengan metode pembelajaran modern.

Tokoh adat dan Dukuh Krapyak IX menyampaikan rasa haru dan bangga melihat anak-anak dusun mampu membawakan dialog bahasa Jawa halus dengan sangat fasih. Pementasan ketoprak anak ini resmi dijadikan agenda kebudayaan tahunan Padukuhan Krapyak IX.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *