Sleman – Penelitian Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengkaji penguatan modal sosial dan budaya dalam menopang pengembangan masyarakat di era digital pada Kampung Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman. Penelitian yang dilakukan pada 1 Maret hingga 30 September 2023 tersebut bertujuan menggali jenis modal sosial dan budaya serta menemukan pola penguatannya untuk mendukung pengembangan masyarakat di era digital.
Penelitian tersebut dilakukan oleh tim dari Sekolah Pascasarjana UNY yang dipimpin Prof. Dr. Anik Ghufron, M.Pd. Tim peneliti menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan melibatkan pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, pegiat sosial, tokoh agama, tokoh pendidikan, dan tokoh seniman sebagai informan kunci.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, analisis dokumen, dan forum group discussion (FGD). Penelitian juga menggunakan triangulasi metode dan sumber untuk memperoleh penerimaan serta kredibilitas data yang dikumpulkan.
Dalam penelitian tersebut, modal sosial menjadi salah satu aspek yang dikaji dalam pengembangan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur modal sosial memiliki peranan signifikan terhadap pengembangan BUM Desa Margoagung, khususnya dalam pengelolaan pariwisata.
Rasa saling percaya atau trust berperan dalam membangun hubungan antara masyarakat dan pemerintah desa dalam pengelolaan pariwisata. Sementara itu, norma atau norm mengatur perilaku masyarakat, termasuk keterikatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengelolaan pariwisata.
Selain itu, jaringan atau network berperan dalam membangun kerja sama untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. Dalam dokumen penelitian disebutkan adanya Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan Pesona Margoagung yang bekerja sama dengan BUM Desa Margoagung dalam pengelolaan pariwisata.
Penelitian juga mencatat bahwa unsur-unsur modal sosial tersebut saling bersinergi untuk mengoptimalkan pengembangan BUM Desa Margoagung. Namun, penelitian menyebut antusiasme masyarakat yang semakin berkurang menjadi salah satu kondisi yang membuat pengembangan BUM Desa Margoagung tidak berjalan.
Kampung Krapyak dipilih sebagai lokasi penelitian karena merupakan wilayah transisional antara pedesaan dan perkotaan serta memiliki potensi dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan seni budaya. Kampung tersebut juga dipilih UNY sebagai lokasi binaan dengan nama Kampung Emas Krapyak IX.

Leave a Reply