Geliatkan Program Kuliner Berkah Kampung Emas, FIKK UNY Pendampingi Warga Krapyak Rintis Usaha Kuliner Modern

SLEMAN, UNY – Aroma sedap dari dapur-dapur industri rumah tangga di Dusun Krapyak, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, kini tak lagi sekadar untuk konsumsi keluarga atau eksperimen coba-coba. Berangkat dari keinginan meningkatkan pendapatan rumah tangga warga, tim pengabdi dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) meluncurkan program “Pendampingan Rintisan Pengelolaan Usaha…

By.

•

min read

12 Juni 2023

SLEMAN, UNY – Aroma sedap dari dapur-dapur industri rumah tangga di Dusun Krapyak, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, kini tak lagi sekadar untuk konsumsi keluarga atau eksperimen coba-coba. Berangkat dari keinginan meningkatkan pendapatan rumah tangga warga, tim pengabdi dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) meluncurkan program “Pendampingan Rintisan Pengelolaan Usaha Kulineran pada Masyarakat di Dusun Krapyak, Margoagung, Seyegan, Sleman”.

Inisiatif pengabdian masyarakat ini dipimpin oleh Guru Besar FIKK UNY, Prof. Dr. Christina Fajar Sriwahyuniati, S.Pd., M.Or., bersama tim pakar ekonomi dan akuntansi UNY yang terdiri dari Mahendra Adhi Nugroho, S.E., M.Sc., Ph.D., Prof. Dr. Endang Mulyani, M.Si., Ahmad Chafid Alwi, S.Pd., M.Pd., dan Nenden Susilowati, M.Pd., serta didukung oleh empat mahasiswa. Program ini dirancang khusus untuk memperkuat salah satu pilar utama destinasi desa wisata Kampung Emas, yaitu pilar Kuliner Berkah.

Ketua Tim Pengabdi UNY, Prof. Dr. Christina Fajar Sriwahyuniati, S.Pd., M.Or., mengungkapkan bahwa mayoritas usaha kuliner di Dusun Krapyak—seperti olahan tahu, keripik, dan camilan tradisional—dikelola oleh ibu-ibu rumah tangga secara sangat sederhana. Keinginan untuk membesarkan skala usaha kerap terhalang oleh minimnya wawasan perencanaan bisnis, tata kelola keuangan yang belum tertata, hingga keterbatasan dalam pengemasan dan pemasaran produk.

Pelatihan dan pendampingan ini diikuti oleh 30 peserta dari warga lokal dengan pendekatan yang interaktif dan aplikatif. Rangkaian kegiatan diawali dengan penanaman fondasi entrepreneurial mindset, dilanjutkan dengan pemetaan strategi bisnis menggunakan analisis SWOT, pelatihan perancangan kemasan produk (packaging) yang higienis dan estetik, serta pembekalan tata kelola keuangan sederhana.

Pendekatan partisipatif ini terbukti membakar antusiasme warga. Dari hasil pendampingan yang intensif, warga tidak hanya menyerap teori, tetapi juga berhasil merumuskan 4 rancangan bisnis terstruktur yang langsung diwujudkan menjadi 4 unit usaha baru di Dusun Krapyak. Keempat rintisan usaha tersebut meliputi dua unit usaha angkringan modern, satu toko pusat oleh-oleh khas desa, serta satu unit tempat cangkrukan café kuliner lokal.

Guna menjamin keberlanjutan dan kemandirian usaha warga, tim pengabdi FIKK UNY melengkapi program ini dengan agenda pendampingan berkala sebanyak tiga kali dalam kurun waktu tiga bulan. Tim juga membentuk wadah komunikasi digital melalui WhatsApp Group sebagai media konsultasi bisnis, monitoring omset, serta ajang berbagi pengalaman antarperintis usaha.

Melalui sinergi erat antara perguruan tinggi dan masyarakat pedesaan ini, rintisan usaha kuliner di Krapyak IX Seyegan siap menyambut kedatangan para wisatawan Kampung Emas. Langkah nyata UNY ini membuktikan bahwa pemberdayaan berbasis potensi lokal mampu menggerakkan roda perekonomian warga secara inklusif dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *