SLEMAN, UNY – Menyiapkan desa wisata menuju panggung internasional memerlukan kesiapan sumber daya manusia yang terampil dalam berkomunikasi lintas budaya. Di destinasi rintisan Kampung Emas, Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, potensi alam dan budaya yang memikat memerlukan pengemasan promosi berbahasa asing agar mampu menjangkau wisatawan mancanegara.
Merespons kebutuhan tersebut, tim pengabdi dari Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan program “Pelatihan Bahasa Inggris Bagi Karang Taruna Kampung Emas di Dusun Krapyak IX, Margoagung, Seyegan, Sleman, DIY”.
Inisiatif pengabdian masyarakat ini dipimpin langsung oleh Guru Besar FBSB UNY, Prof. Dr. Margana, M.Hum., M.A. Program ini dirancang berdasarkan hasil analisis kebutuhan (need analysis) lapangan yang menunjukkan bahwa para pemuda Karang Taruna dan pengelola desa wisata lokal masih memiliki keterbatasan dalam penguasaan Bahasa Inggris praktis, kelangkaan instruktur pendamping, serta minimnya ruang untuk berlatih secara konsisten.
Ketua Tim Pengabdi UNY, Prof. Dr. Margana, M.Hum., M.A., menjelaskan bahwa penguasaan Bahasa Inggris bagi pemuda pedesaan tak sekadar untuk pemanduan tamu (tour guiding), melainkan juga menjadi sarana vital dalam pembuatan konten promosi di media sosial. Melalui kombinasi Bahasa Inggris dan media digital, narasi keindahan dan keunikan Kampung Emas dapat disebarluaskan hingga ke ranah internasional.
Rangkaian pelatihan dilaksanakan secara interaktif, partisipatif, dan kolaboratif dengan melibatkan 37 warga dan pemuda Karang Taruna Krapyak IX. Para peserta dibekali kosa kata (vocabulary) tematik seputar potensi desa wisata, frasa pemanduan turis, hingga percakapan praktis (speaking) untuk menyambut tamu asing.
Tak hanya teori di dalam kelas, peserta diajak mempraktikkan langsung penggunaan Bahasa Inggris untuk menyusun narasi promosi digital (digital storytelling). Pemuda Karang Taruna dipandu merancang caption dan video pendek berbahasa Inggris mengenai atraksi wisata lokal, kuliner khas, serta paket kegiatan di Kampung Emas untuk diunggah ke platform media sosial seperti Instagram dan TikTok.
Dampak dari pelatihan ini dirasakan langsung oleh para pemuda. Selain meningkatnya kepercayaan diri dalam berbicara Bahasa Inggris, para peserta kini memiliki keterampilan dasar dalam mengemas konten promosi desa secara mandiri dan profesional.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim FBSB UNY melakukan evaluasi berkala untuk merancang kelas pendampingan lanjutan. Pengawalan secara konsisten akan terus dilakukan agar narasi promosi Kampung Emas Krapyak IX Seyegan makin berkibar di jejaring media digital nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat kesiapan warga menyambut wisatawan dari berbagai mancanegara.


Leave a Reply