SLEMAN, UNY – Potensi wisata olahraga (sport tourism) berbasis komunitas di kawasan rintisan Kampung Emas, Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, menyimpan daya tarik yang unik. Dari kegiatan olahraga rekreatif, turnamen lokal, hingga narasi sejarah keolahragaan kampung, semua menjadi aset berharga. Namun, potensi besar tersebut belum tergarap optimal di ruang digital lantaran minimnya kemasan narasi visual yang interaktif dan menyentuh sisi emosional audiens.
Merespons tantangan era digital tersebut, tim pengabdi dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar program bertajuk “Pelatihan Sport Digital Storytelling bagi Remaja dalam Mengembangkan Wisata Olahraga Kampung Emas Seyegan”.
Program skema PkM Institusional Rektor UNY ini dipimpin langsung oleh Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) UNY, Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO., bersama tim pakar komunikasi dan kebudayaan digital yang terdiri dari Dr. Satya Perdana, M.A., Dr. Haryo Aji Pambudi, M.Hum., dan Dr. Binar Winantaka, M.Hum., serta didukung tim mahasiswa.
Ketua Tim Pengabdi UNY, Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO., menekankan bahwa remaja desa merupakan aset generasi digital-native yang sangat potensial menjadi penggerak utama promosi desa wisata. Meskipun sebagian besar remaja telah akrab dengan gawai dan media sosial, mereka memerlukan pembekalan terstruktur agar mampu memproduksi konten yang tidak sekadar deskriptif, melainkan bernilai naratif dan estetik.
“Perkembangan media sosial saat ini menuntut narasi visual yang kuat dan autentik. Melalui metode Sport Digital Storytelling, kami melatih remaja Krapyak IX untuk mengidentifikasi cerita di balik aktivitas olahraga kampung, lalu mengemasnya menjadi karya visual yang kreatif menggunakan gawai mereka sendiri,” jelas Prof. Sumaryanto.
Pelaksanaan pelatihan dirancang secara partisipatif dan berbasis praktik langsung (hands-on). Remaja diajarkan menyusun alur cerita (story outline), menguasai teknik pencahayaan dan sudut pengambilan gambar (angle) menggunakan smartphone, menyunting video pendek melalui aplikasi gawai, hingga merangkai kalimat ajakan (caption) promosi yang persuasif di platform Instagram dan TikTok.
Tidak sekadar membekali keterampilan teknis, program ini juga secara resmi menginisiasi pembentukan Tim Konten Remaja Wisata Olahraga Kampung Emas Seyegan. Tim ini diberi tanggung jawab mengelola kanal media sosial secara kolektif, terencana, dan konsisten, serta terhubung langsung dengan agenda kegiatan wisata kampung.
Model pelatihan Sport Digital Storytelling yang portabel dan fleksibel ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital serta menumbuhkan kebanggaan remaja terhadap identitas lokalnya. Lewat kolaborasi berkelanjutan antara UNY, pengelola desa wisata, dan generasi muda setempat, Kampung Emas Seyegan optimistis tampil semakin kreatif dan berdaya saing di ruang digital nasional.


Leave a Reply