DOSEN FIKK UNY GELAR FESTIVAL PERMAINAN TRADISIONAL DI KAMPUNG EMAS KRAPYAK IX DALAM RANGKA DUKUNG KETERAMPILAN MOTORIK ANAK

SLEMAN — Menjawab tantangan era digital terhadap penurunan aktivitas fisik anak, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menghadirkan terobosan kreatif melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dan Inovasi Pendidikan tahun 2026. Program bertajuk Inovasi Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal melalui Festival Permainan Tradisional ini digagas oleh Prof. Dr. Hari Yuliarto, S.Pd., M.Kes.…

By.

•

min read

3 Juli 2026

SLEMAN — Menjawab tantangan era digital terhadap penurunan aktivitas fisik anak, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menghadirkan terobosan kreatif melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dan Inovasi Pendidikan tahun 2026. Program bertajuk Inovasi Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal melalui Festival Permainan Tradisional ini digagas oleh Prof. Dr. Hari Yuliarto, S.Pd., M.Kes. bersama tim pengabdi.

Kegiatan yang dipusatkan di Kampung Emas Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman ini dirancang khusus demi meningkatkan keterampilan motorik anak-anak usia sekolah dasar. Tidak hanya berfokus pada kebugaran fisik, inisiatif ini juga selaras dengan komitmen global terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs) poin keempat, yakni pendidikan berkualitas yang inklusif dan bermakna.

Melalui pendekatan festival permainan tradisional, anak-anak diajak kembali mengenali dan memainkan warisan leluhur yang kaya akan gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif. Pembelajaran berbasis budaya lokal ini terbukti efektif membuat anak-anak bergerak aktif secara alami tanpa merasa terbebani, sekalian memperkuat kecintaan mereka terhadap identitas budaya lokal sejak usia dini.

Program Pengembangan Desa ini terlaksana berkat sinergi yang apik antara civitas akademika UNY dengan segenap elemen masyarakat di Kampung Emas Krapyak IX. Warga, orang tua, serta anak-anak terlibat langsung dan menyambut antusias penyelenggaraan festival yang meriah dan edukatif tersebut.

Guna memastikan dampak jangka panjang tetap terjaga, pelaksanaan pengabdian ini dilengkapi dengan mekanisme monitoring serta evaluasi berkala. Tim pengabdi bersama mitra juga menjalankan kewajiban pelaporan hasil kegiatan secara terstruktur sesuai dengan jadwal yang telah disepakati.

Menggabungkan unsur pelestarian budaya, pendidikan karakter, dan kesehatan jasmani, kolaborasi antara UNY dan warga Kampung Emas Krapyak IX ini memiliki potensi pengembangan yang sangat luas ke depannya. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi model percontohan pembelajaran motorik anak berbasis kearifan lokal yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *