Hidupkan Lagi Ruang Olahraga Desa, FIKK UNY Latih Pengelolaan Sarana dan Teknik Tenis Meja di Kampung Emas Seyegan

SLEMAN, UNY – Fasilitas olahraga yang memadai di pedesaan sering kali kurang berdampak maksimal apabila tidak diimbangi dengan perawatan rutin dan pembinaan yang terarah. Kondisi ini sempat terlihat di kawasan rintisan Kampung Emas, Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman. Meski telah dilengkapi sarana meja pingpong dan area permainan, pemanfaatan olahraga tenis meja di…

By.

•

min read

15 Mei 2026

SLEMAN, UNY – Fasilitas olahraga yang memadai di pedesaan sering kali kurang berdampak maksimal apabila tidak diimbangi dengan perawatan rutin dan pembinaan yang terarah. Kondisi ini sempat terlihat di kawasan rintisan Kampung Emas, Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman. Meski telah dilengkapi sarana meja pingpong dan area permainan, pemanfaatan olahraga tenis meja di desa ini belum berkembang optimal lantaran ketiadaan pelatih pendamping serta belum adanya sistem pemeliharaan peralatan yang teratur.

Guna menghidupkan kembali gairah olahraga warga sekaligus menjaga kelayakan fasilitas desa, tim pengabdi dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan program bertajuk “Pengelolaan Sarana dan Pelatihan Tenis Meja di Kampung Emas Margoagung Seyegan Sleman”.

Inisiatif pengabdian masyarakat skema Institucional FIKK UNY ini dipimpin oleh Guru Besar Kepelatihan Olahraga, Prof. Dr. Tomoliyus, M.S., bersama tim dosen yang terdiri dari Rafidhiya Mohammad, M.Pd., Dr. Widha Srianto, M.Or., dan Dr. Hary Widodo, M.Pd., serta didukung oleh tim mahasiswa FIKK UNY.

Ketua Tim Pengabdi UNY, Prof. Dr. Tomoliyus, M.S., menyampaikan bahwa olahraga tenis meja sangat ideal dikembangkan di pedesaan karena tidak memerlukan lahan yang luas, terjangkau, serta efektif mengasah refleks, konsentrasi, dan kebugaran seluruh kelompok usia.

“Kunci keberlanjutan sarana olahraga di desa terletak pada dua hal: keterampilan warga dalam bermain dan kedisiplinan dalam merawat fasilitas. Melalui pendampingan ini, kami tidak hanya mengajarkan teknik memukul bola yang benar, tetapi juga membentuk kelompok pengelola lokal yang siap menjaga kelayakan meja dan peralatan tenis meja secara berkelanjutan,” terang Prof. Tomoliyus.

Pelaksanaan program dirancang secara berlanjut dan sistematis, diawali dengan evaluasi awal (pre-test), pemaparan materi pengetahuan alat, hingga pelatihan teknik dasar yang mencakup pukulan forehand, backhand, servis, serta olah kaki (footwork). Anak-anak dan pemuda Krapyak IX menyambut pelatihan ini dengan antusiasme tinggi melalui sesi simulasi dan gim interaktif di lapangan.

Selain pelatihan teknik, tim FIKK UNY mengenalkan sentuhan inovasi digital berupa panduan video tutorial daring untuk latihan mandiri serta skema aplikasi jadwal pemeliharaan sarana secara berkala. Pendekatan ini memudahkan kelompok pengelola lokal mengatur jadwal penggunaan meja dan merawat inventaris peralatan agar tidak cepat rusak.

Melalui pendampingan terpadu ini, fasilitas tenis meja di Kampung Emas Seyegan kini bertransformasi menjadi ruang rekreasi yang ramai dimanfaatkan warga. Sinergi antara akademisi UNY dan masyarakat lokal ini diharapkan menjadi pijakan awal lahirnya klub tenis meja desa yang mampu melahirkan bibit atlet berprestasi sekaligus mendukung pengembangan kawasan eduwisata olahraga di Kabupaten Sleman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *