Dorong Kemandirian Ekonomi dan Pendidikan, Tim FT UNY Susun Grand Design Kampung Emas Krapyak IX Menuju Desa Wisata Edukasi

SLEMAN, UNY – Gagasan strategis “UNY Bangun Desa” melalui rintisan Kampung Emas di Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, kini memiliki pilar arah pembangunan yang makin terstruktur dan visioner. Sebagai laboratorium sosial pionir binaan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), kawasan ini diproyeksikan bertransformasi menjadi Desa Wisata Edukasi dan Ekonomi yang mandiri serta berdaya saing…

By.

•

min read

15 November 2023

SLEMAN, UNY – Gagasan strategis “UNY Bangun Desa” melalui rintisan Kampung Emas di Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, kini memiliki pilar arah pembangunan yang makin terstruktur dan visioner. Sebagai laboratorium sosial pionir binaan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), kawasan ini diproyeksikan bertransformasi menjadi Desa Wisata Edukasi dan Ekonomi yang mandiri serta berdaya saing tinggi.

Guna mewujudkan visi besar tersebut, tim peneliti dari Fakultas Teknik (FT) UNY menyusun mahakarya rancangan induk melalui program “Grand Design Kampung Emas Krapyak IX, Margoagung, Seyegan, Sleman Menuju Desa Wisata”.

Riset dan pengembangan Grand Design ini diketuai oleh pakar Pendidikan Teknik Busana FT UNY, Dr. Widihastuti, S.Pd., M.Pd., bersama tim peneliti yang terdiri dari Prof. Dr. Siti Irene Astuti D., M.Si. (FIP UNY), Dr. Bayu Rahmat Setiadi, M.Pd. (FT UNY), serta didukung oleh tim pelaksana Martutik, S.I.P., Rini Astuti, S.E., dan Sudarman.

Ketua Tim Peneliti UNY, Dr. Widihastuti, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa penyusunan Grand Design ini dirancang menggunakan pendekatan model 4D (Define, Design, Development, Disseminate). Langkah awal dimulai dari pemetaan potensi lokal, pelaksanaan diskusi terarah (Focus Group Discussion/FGD) bersama tokoh dan warga masyarakat, hingga perumusan draf Buku Panduan Grand Design.

“Program Kampung Emas digagas oleh Rektor UNY, Prof. Dr. Sumaryanto, M.Kes., AIFO., sebagai bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam menyambut Indonesia Emas 2045. Melalui Grand Design ini, seluruh aset dan potensi di Krapyak IX diintegrasikan secara terkonsep agar tidak berjalan secara terpisah,” terang Dr. Widihastuti.

Berdasarkan hasil analisis potensi desa, tim UNY mengklasifikasikan 10 potensi utama (“10 Berkah”) Kampung Emas ke dalam dua sektor strategis:

  1. Sektor Ekonomi & Non-Pendidikan yang meliputi Mendo Berkah (peternakan kambing), Mino Berkah (perikanan), Unggas Berkah, Sayur, Buah & Tani Berkah, Tahu Berkah (olahan tahu khas Krapyak), Kuliner Berkah, serta Kafe Berkah.
  2. Sektor Pendidikan & Kultur yang meliputi Olahraga Berkah, Seni Berkah (dengan perangkat gamelan dan panggung sendratari), serta Pendidikan Berkah (taman bacaan dan sekolah alam).

Selain memetakan potensi, Grand Design ini merancang penataan fasilitas pendukung secara bertahap, seperti pembangunan bumi perkemahan terpadu, penyediaan lima gazebo pos ronda keamanan, pelebaran dan pengaspalan jalan desa sepanjang 1 kilometer yang didukung Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sleman dan swadaya warga, kolam renang desa, hingga penyediaan wahana olahraga (outbound, sepak bola mini, bulu tangkis, sepak takraw, dan tenis meja).

Tim FT UNY merumuskan Peta Jalan (Roadmap) Pembangunan 2023–2027 untuk menjamin keberlanjutan pembangunan. Dimulai dari analisis potensi pada 2023, penguatan kapasitas warga pada 2024, perluasan publikasi program pada 2025, pemantapan operasional desa wisata pada 2026, hingga target pencapaian sebagai Desa Wisata Edukasi Nasional pada tahun 2027.

Sinergi berkelanjutan antara akademisi UNY, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif warga Krapyak IX ini diharapkan mampu mengubah orientasi ekonomi perdesaan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang sejahtera dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *