Dorong Destinasi Sport Tourism, FIP UNY Giatkan Pembinaan Olahraga Rekreasi di Kampung Emas Krapyak IX

SLEMAN, UNY – Konsep penggabungan aktivitas keolahragaan dengan keindahan alam pedesaan dan kearifan budaya kini menjadi daya tarik unggulan di destinasi rintisan Kampung Emas, Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman. Selain kaya akan tradisi lokal, kawasan ini memiliki sarana olahraga terbuka yang berpotensi besar dikembangkan menjadi magnet wisata rekreasi berbasis sport tourism. Guna…

By.

•

min read

15 Agustus 2024

SLEMAN, UNY – Konsep penggabungan aktivitas keolahragaan dengan keindahan alam pedesaan dan kearifan budaya kini menjadi daya tarik unggulan di destinasi rintisan Kampung Emas, Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman. Selain kaya akan tradisi lokal, kawasan ini memiliki sarana olahraga terbuka yang berpotensi besar dikembangkan menjadi magnet wisata rekreasi berbasis sport tourism.

Guna mengoptimalkan potensi tersebut, tim pengabdi dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan program pembinaan terstruktur bertajuk “Pembinaan Olahraga di Kampung Emas Krapyak IX Seyegan sebagai Atraksi Sport Tourism”.

Program pengabdian masyarakat ini dipimpin oleh pakar manajemen pendidikan FIP UNY, Prof. Dr. Lia Yuliana, S.Pd., M.Pd., bersama tim akademisi UNY dan tim pendamping mahasiswa.

Ketua Tim Pengabdi UNY, Prof. Dr. Lia Yuliana, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pengembangan sport tourism membutuhkan pembinaan teknik dasar keolahragaan yang teratur serta keterlibatan aktif komunitas lokal agar atraksi yang disajikan kepada wisatawan berjalan aman, menarik, dan berkelanjutan.

“Olahraga rekreasi di pedesaan bukan sekadar sarana menjaga kesehatan fisik warga, melainkan dapat dikemas menjadi atraksi wisata edukatif. Pembinaan yang kami lakukan bertujuan mengasah keterampilan teknik olahraga warga, mempererat kebersamaan, sekaligus menyiapkan kelembagaan pengelola wisata di lapangan,” ujar Prof. Lia Yuliana.

Rangkaian pembinaan dilaksanakan secara terstruktur selama enam minggu melalui perpaduan sosialisasi, pelatihan teori dan praktik interaktif, pendampingan intensif, serta evaluasi berkala. Dampak positif program ini terlihat dari lonjakan partisipasi warga dari 50 menjadi 100 orang dengan tingkat kehadiran mencapai 95%. Evaluasi kemampuan teknis olahraga peserta juga mencatatkan peningkatan signifikan dari 60% menjadi 85%, seiring dengan indeks kepuasan peserta yang mencapai 90%.

Keterlibatan warga Krapyak IX menjadi kunci utama keberhasilan program, di mana masyarakat dan tokoh pemuda tidak hanya bertindak sebagai peserta, melainkan secara swadaya mendukung operasional dan logistik kegiatan.

Sebagai pijakan keberlanjutan, program ini merintis pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Sport Tourism, merancang lembar paket wisata olahraga terpadu, serta menyiapkan strategi pemasaran digital kawasan. Sinergi antara akademisi UNY, pemerintah kalurahan, dan masyarakat ini membuka peluang penyelenggaraan turnamen olahraga lokal secara berkala sebagai atraksi wisata baru yang menggerakkan roda perekonomian warga Seyegan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *