WORKSHOP KEBUGARAN JASMANI: DOSEN FIKK UNY AJAK WARGA KRAPYAK IX TERAPKAN POLA HIDUP SEHAT DAN AKTIF

SLEMAN — Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh kini semakin mudah dipahami oleh warga Dusun Krapyak IX, Margoagung, Seyegan. Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang dipimpin oleh Dr. Hedi Ardiyanto Hermawan, S.Pd., M.Or. sukses menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pada 11 September 2024 melalui kegiatan Workshop Peningkatan Kebugaran Jasmani…

By.

•

min read

11 September 2024

SLEMAN — Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh kini semakin mudah dipahami oleh warga Dusun Krapyak IX, Margoagung, Seyegan. Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang dipimpin oleh Dr. Hedi Ardiyanto Hermawan, S.Pd., M.Or. sukses menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) pada 11 September 2024 melalui kegiatan Workshop Peningkatan Kebugaran Jasmani di Kampung Emas Dusun Krapyak IX, Margoagung, Seyegan, Sleman.

Program ini dirancang sangat tepat sasaran untuk menjawab berbagai tantangan di tengah masyarakat, mulai dari terbatasnya akses terhadap program kebugaran yang terstruktur, kurangnya sumber daya pendukung, hingga rendahnya motivasi warga untuk membiasakan gaya hidup aktif. Sebelum acara digelar, tim dosen FIKK UNY telah terlebih dahulu melakukan observasi mendalam serta berdiskusi dengan tokoh masyarakat setempat agar materi yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga.

Pelaksanaan workshop dikemas secara menarik dan interaktif, memadukan sesi ceramah, tanya jawab, diskusi santai, demonstrasi visual, hingga praktik langsung di lapangan. Sebanyak 32 warga tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Materi yang dibawakan mencakup edukasi pentingnya kebugaran jasmani untuk kesehatan jangka panjang, pemahaman dasar mengenai pentingnya nutrisi dan asupan cairan (hidrasi) bagi tubuh, serta berbagai latihan fisik sederhana yang sangat mudah dipraktikkan dalam rutinitas sehari-hari.

Keterlibatan warga terlihat begitu kuat sejak awal persiapan, berkat koordinasi yang apik antara tim UNY, pemangku kebijakan desa, dan para tokoh Kampung Emas. Dukungan penuh dari sarana dan prasarana setempat turut membuat suasana kegiatan semakin meriah. Warga tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga langsung aktif mencoba berbagai gerakan dan berdiskusi interaktif, sehingga ilmu yang didapat bisa langsung membekali mereka untuk hidup lebih bugar.

Melihat tingginya antusiasme peserta, program ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini. Para warga dan tokoh setempat bahkan sepakat membuka pintu seluas-luasnya agar kegiatan serupa bisa terus berlanjut di masa mendatang. Ke depan, program ini berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi kegiatan kebugaran rutin, pembentukan kader kesehatan desa, hingga pemantauan kondisi kebugaran secara berkala demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *