SLEMAN, UNY – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terus memperluas peran sertanya dalam mengakselerasi perekonomian masyarakat pedesaan melalui optimalisasi potensi daerah. Melalui Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), UNY menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pengembangan SDM dalam Pengelolaan Sport Tourism Kampung Emas di Margoagung, Seyegan, Sleman”.
Program pengabdian ini diketuai oleh dosen FIKK UNY, Dr. Ridho Gata Wijaya, M.Or., bersama tim dosen Lektor dan praktisi yang terdiri dari Ebtana Sella Mayang Fitri, M.Arch. dan Rifky Riyandi Prastyawan, M.Or., serta melibatkan lima mahasiswa keolahragaan UNY. Inisiatif ini dirancang untuk menjawab tantangan pengembangan Kawasan Kampung Emas Krapyak IX yang memiliki bentang alam, fasilitas rekreasi outdoor, serta warisan budaya melimpah, namun SDM lokalnya belum terberdayakan secara maksimal dalam mengelola wisata olahraga (sport tourism).
Ketua Tim Pengabdi UNY, Dr. Ridho Gata Wijaya, M.Or., menyampaikan bahwa sport tourism kini menjadi salah satu sektor unggulan yang tengah digalakkan pemerintah melalui Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) untuk mendongkrak kesejahteraan warga. Menurutnya, perpaduan antara aktivitas fisik rekreatif dengan pesona panorama pedesaan dan kearifan lokal merupakan aset berharga yang sangat diminati masyarakat pascapandemi. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi SDM warga lokal menjadi kunci utama agar potensi tersebut terkelola secara profesional.
Pelaksanaan kegiatan pelatihan dikemas secara interaktif melalui metode workshop, diskusi kelompok terarah, pematerian teknis, hingga praktik simulasi lapangan di kawasan Dusun Krapyak IX. Para warga diajak mengenali dan mengidentifikasi aset lingkungan sekitar yang berpotensi dikembangkan menjadi atraksi wisata olahraga, seperti rute bersepeda pedesaan (fun cycling), jalur lari santai (jogging track), arena permainan olahraga tradisional, hingga ruang rekreasi outbound dan panahan berbasis alam terbuka.
Selama pelatihan, warga dipandu langsung oleh akademisi dan praktisi pariwisata keolahragaan untuk memahami tata kelola destinasi, prinsip keselamatan aktivitas rekreasi, hingga strategi pemasaran dan penjaringan kemitraan dengan pihak luar. Pendekatan ini tidak hanya menempatkan warga sebagai penonton, tetapi mendorong mereka bertindak sebagai penggerak utama (leading sector) yang merancang paket-paket wisata rekreasi mandiri sesuai dengan identitas budaya lokal.
Dampak dari pendampingan UNY ini langsung dirasakan oleh masyarakat setempat. Peningkatan pemahaman warga mengenai konsep sport tourism memicu tumbuhnya kesadaran kolektif untuk merawat lingkungan dan memanfaatkan ruang terbuka desa menjadi kawasan wisata aktif. Keterampilan baru yang diperoleh warga dalam memetakan potensi dan mengemas paket wisata menjadi modal kuat dalam meningkatkan daya tarik Kampung Emas Seyegan di mata wisatawan lokal maupun mancanegara.
Sebagai langkah keberlanjutan, FIKK UNY berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi, pendampingan, serta evaluasi berkala bersama pengurus padukuhan dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Margoagung. Sinergi antara dunia kampus, praktisi industri, dan warga padukuhan ini menjadi bukti konkret dedikasi UNY dalam mentransformasi wilayah pedesaan menjadi kawasan Kampung Emas yang sehat, mandiri, dan berdaya saing tinggi.


Leave a Reply