SLEMAN, UNY – Siapa sangka, area peternakan sapi warga yang semula hanya dipandang sebagai kegiatan sambilan pertanian kini disulap menjadi destinasi wisata edukatif yang bernilai ekonomi tinggi. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim dosen dari Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar “Pelatihan Pengembangan Wisata Peternakan Sapi” di Dusun Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman.
Program pengabdian ini dipimpin oleh Guru Besar FIPP UNY, Prof. Dr. Lia Yuliana, S.Pd., M.Pd., dengan anggota tim Dr. Nurtanio Agus Purwanto, M.Pd. dan Rahmat Fadhli, S.IIP., M.A., serta didukung oleh lima mahasiswa Manajemen Pendidikan. Inisiatif ini digulirkan untuk mengoptimalkan potensi peternakan sapi lokal yang selama ini dikelola secara terpisah-pisah, agar dapat terintegrasi menjadi paket atraksi wisata unggulan di Kampung Emas Krapyak IX.
Ketua Tim Pengabdi UNY, Prof. Dr. Lia Yuliana, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa tren pariwisata saat ini telah bergeser dari sekadar menikmati pemandangan alam (sightseeing) menuju pengalaman berwisata secara langsung (experiential tourism). Menurutnya, Dusun Krapyak IX memiliki bentang persawahan yang subur dan deretan kandang sapi warga yang sangat potensial dikemas menjadi paket agrowisata berbasis edukasi.
Pelatihan yang berlangsung intensif pada 20–21 Juli 2023 ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pemuda desa, dan para peternak lokal. Metode pendampingan dikemas partisipatif melalui analisis kebutuhan, Focus Group Discussion (FGD), ceramah interaktif, hingga simulasi praktik perancangan rute dan wahana wisata peternakan di lapangan.
Selama dua hari pelatihan, para peserta diajak memetakan keunikan aktivitas beternak yang dapat dijadikan daya tarik wisatawan, seperti pengalaman memberi pakan sapi, teknik perawatan hewan yang higienis, pengolahan pupuk organik, hingga edukasi proses pemerahan susu. Tak hanya itu, peserta yang dibagi dalam kelompok kerja juga berhasil merumuskan rancangan awal paket wisata edukasi yang siap ditawarkan kepada pengunjung dan rombongan sekolah.
Dampak pelatihan ini terbukti sangat memuaskan. Evaluasi tim pengabdi mencatat keaktifan peserta mencapai 90% dengan tingkat pemahaman materi mencapai 85%. Para peternak yang awalnya ragu kini memiliki gambaran jelas bagaimana menjaga kebersihan area kandang agar ramah bagi kunjungan wisatawan, sekaligus mampu bekerja sama dengan Pokdarwis dalam menyambut tamu desa.
Untuk memastikan keberlanjutan program, tim FIPP UNY menjadikan Krapyak IX sebagai wilayah binaan dengan komitmen pendampingan berkala. Langkah ini didukung pula oleh rencana pembentukan kelompok khusus pengelola wisata peternakan sapi agar warga dapat berdiskusi secara mandiri dan mengembangkan kerja sama dengan jaringan desa wisata lainnya. Kehadiran UNY di Krapyak IX Seyegan membuktikan bahwa pendampingan kampus mampu mengubah potensi lokal yang tersembunyi menjadi sumber pendapatan baru yang memberdayakan masyarakat.


Leave a Reply