Sulap Peternakan Sapi Jadi Atraksi Desa Wisata Edukatif, FIPP UNY Dampingi Warga Krapyak IX Seyegan

SLEMAN, UNY – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terus berkomitmen mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat pedesaan melalui optimalisasi potensi lokal. Berlokasi di Dusun Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, tim pengabdi dari Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) UNY menyelenggarakan program “Pelatihan Manajemen Pengelolaan dan Pemberdayaan Peternakan Sapi”. Program pengabdian masyarakat ini diketuai oleh…

By.

•

min read

23 Juli 2023

SLEMAN, UNY – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terus berkomitmen mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat pedesaan melalui optimalisasi potensi lokal. Berlokasi di Dusun Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, tim pengabdi dari Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) UNY menyelenggarakan program “Pelatihan Manajemen Pengelolaan dan Pemberdayaan Peternakan Sapi”.

Program pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Guru Besar FIPP UNY, Prof. Dr. Nurtanio Agus Purwanto, S.Pd., M.Pd., dengan anggota tim Dr. Lia Yuliana, S.Pd., M.Pd. dan Drs. Sukirjo, M.Pd., serta didukung oleh tim mahasiswa. Inisiatif ini dirancang untuk mendampingi para peternak lokal dalam mengarahkan peternakan sapi tradisional menjadi usaha yang terkelola secara modern, higienis, dan terintegrasi dengan konsep desa wisata “Kampung Emas” Krapyak IX.

Ketua Tim Pengabdi UNY, Prof. Dr. Nurtanio Agus Purwanto, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa Dusun Krapyak IX memiliki potensi peternakan sapi yang sangat prospektif. Namun, selama ini pengelolaannya masih dilakukan secara terbatas dan tradisional oleh sebagian kecil warga, sehingga belum mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang optimal maupun mendukung sektor pariwisata yang sedang dirintis oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.

Pelaksanaan pelatihan yang berlangsung selama dua hari pada 22–23 Juli 2023 ini disambut antusias oleh warga. Meskipun target awal dipatok untuk 20 orang, tercatat sebanyak 25 peternak lokal hadir dan berpartisipasi aktif sepanjang kegiatan. Pendekatan pelatihan dibuat interaktif dan aplikatif melalui kombinasi metode penyuluhan, Focus Group Discussion (FGD), demonstrasi praktik, hingga penyusunan rencana aksi pengelolaan peternakan.

Dalam pelatihan ini, para peternak dibekali pemahaman mendalam mengenai lima pilar utama manajemen peternakan sapi modern, meliputi: pemeliharaan dan pemilihan bibit unggul, penerapan teknik penggemukan (fattening) yang efisien, penyediaan pakan bernutrisi seimbang, perancangan kandang yang sehat dan bersirkulasi baik, serta strategi pengendalian dan pencegahan penyakit hewan.

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kapasitas yang sangat menggembirakan. Tingkat pemahaman dan penguasaan materi peserta mencapai angka 85%, dengan keaktifan peserta mencapai 97%. Para peternak tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengidentifikasi hambatan di kandang masing-masing serta merumuskan tata kelola peternakan yang lebih efektif dan higienis.

Lebih dari sekadar peningkatan produksi daging atau bibit, program ini berhasil mengintegrasikan sektor peternakan ke dalam paket wisata edukasi Kampung Emas Krapyak IX. Bersama Pokdarwis setempat, area peternakan sapi kini dirancang menjadi ruang interaksi edukatif bagi para wisatawan, di mana pengunjung dapat belajar memberi pakan, mengenal perawatan sapi, dan merasakan pengalaman khas kehidupan pedesaan.

Untuk menjamin keberlanjutan program, tim FIPP UNY komit memberikan pendampingan paska-pelatihan secara berkala. Kunjungan lapangan dan sesi konsultasi rutin terus dilakukan agar prinsip-prinsip manajemen modern yang telah dipelajari dapat diterapkan secara konsisten. Kehadiran UNY di Krapyak IX menjadi bukti nyata peran perguruan tinggi dalam menggerakkan roda ekonomi warga dan mewujudkan desa wisata yang mandiri serta berdaya saing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *