SLEMAN, UNY – Keberhasilan sebuah kampung wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam dan keunikan budayanya, tetapi juga oleh kemampuan para pengelolanya dalam berkomunikasi dengan para pengunjung. Keterampilan berbicara di depan umum (public speaking) menjadi modal krusial bagi kelompok pengelola wisata untuk menyambut wisatawan, memandu tur, hingga mempromosikan potensi lokal melalui kanal media sosial secara menarik dan persuasif.
Guna memperkuat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal tersebut, tim pengabdi dari Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dan Ilmu Politik (FISHIPOL) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan program bertajuk “Pelatihan Public Speaking sebagai Pengembangan SDM Kampung Wisata Krapyak IX Margoagung Seyegan Sleman”.
Inisiatif pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Guru Besar FISHIPOL UNY, Prof. Dr. Drs. Suranto, M.Pd., M.Si., bersama tim akademisi dan mahasiswa pendamping dari UNY.
Ketua Tim Pengabdi UNY, Prof. Dr. Drs. Suranto, M.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa kemampuan komunikasi yang ramah, santun, dan komunikatif merupakan garda terdepan dalam membangun citra positif destinasi wisata. Selama ini, para pengelola di Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, masih menghadapi rasa canggung dan kurang percaya diri saat menyapa rombongan wisatawan maupun saat menyusun narasi promosi produk wisata.
Pelatihan ini diikuti secara intensif oleh 20 pengurus dan anggota pengelola Kampung Wisata Krapyak IX. Rangkaian kegiatan dirancang secara komprehensif mulai dari tahap observasi kebutuhan lapangan, pematerian teori komunikasi publik, hingga praktik simulasi kepemanduan (tour guiding) dan etika komunikasi wisatawan.
Para peserta dibekali teknik vokal, kontrol gestur tubuh, pemilihan bahasa naratif yang memikat (storytelling), serta cara mengatasi rasa gugup saat berbicara di depan publik. Tidak berhenti pada kemampuan olah vokal, pelatihan ini juga mengintegrasikan materi public speaking dengan pemanfaatan media sosial sebagai media promosi digital. Peserta diajak menyusun naskah konten singkat, menyampaikan informasi produk unggulan desa, serta berinteraksi secara aktif dengan audiens di platform daring.
Potensi Kampung Wisata Krapyak IX yang sangat beragam—meliputi wisata budaya, kuliner lokal, pariwisata olahraga (sport tourism), pertanian, hingga keindahan alam pedesaan—kini dapat dinarasikan secara lebih hidup dan profesional oleh para pengelola lokal.
Guna menjaga keberlanjutan hasil pelatihan, tim FISHIPOL UNY memberikan pendampingan dan evaluasi berkala terhadap aktivitas promosi media sosial para pengelola. Melalui penguatan keterampilan public speaking ini, Kampung Wisata Krapyak IX Seyegan siap menyambut kedatangan wisatawan dengan pelayanan yang hangat, komunikatif, dan berdaya saing tinggi.


Leave a Reply