Perkuat Branding dan Akurasi HPP, Fakultas Vokasi UNY Tumbuhkan Daya Saing UMKM Kampung Emas Seyegan

SLEMAN, UNY – Keberadaan ragam produk olahan kuliner dan kerajinan lokal di Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, memiliki potensi besar dalam menopang ekosistem eduwisata Kampung Emas. Kendati demikian, sebagian besar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat masih menghadapi kendala klasik dalam pengembangan bisnis, yaitu belum kuatnya identitas merek (brand identity)…

By.

•

min read

22 Juni 2024

SLEMAN, UNY – Keberadaan ragam produk olahan kuliner dan kerajinan lokal di Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, memiliki potensi besar dalam menopang ekosistem eduwisata Kampung Emas. Kendati demikian, sebagian besar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat masih menghadapi kendala klasik dalam pengembangan bisnis, yaitu belum kuatnya identitas merek (brand identity) serta kurang tepatnya perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) yang berisiko memicu kerugian finansial secara tidak disadari.

Merespons persoalan tersebut, tim pengabdi dari Fakultas Vokasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan program pendampingan bertajuk “Brand Reinforcement dan Perhitungan Harga Pokok Produksi pada UMKM di Kampung Emas, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman”.

Inisiatif pengabdian masyarakat di bidang penguatan ketenagakerjaan dan kewirausahaan terapan ini diketuai oleh akademisi Fakultas Vokasi UNY, Dr. Adeng Pustikaningsih, S.E., M.Si., bersama tim dosen ahli manajemen dan akuntansi terapan serta didukung oleh mahasiswa pendamping.

Ketua Tim Pengabdi UNY, Dr. Adeng Pustikaningsih, S.E., M.Si., menekankan bahwa keberlanjutan UMKM di desa wisata sangat bergantung pada kemampuan pelaku usaha dalam mengelola identitas produk dan pencatatan keuangan secara presisi.

“Sebuah produk unggulan desa tidak cukup hanya mengandalkan rasa atau kualitas fisik, tetapi harus memiliki daya tarik merek yang kuat agar mudah diingat oleh wisatawan. Di sisi lain, ketepatan menghitung HPP—mulai dari kalkulasi bahan baku, jasa tenaga kerja, hingga biaya operasional tidak terduga—menjadi fondasi utama agar UMKM mampu menetapkan harga jual yang kompetitif dan menghasilkan keuntungan yang riil,” terang Dr. Adeng.

Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan pelatihan dan pendampingan praktis bagi para pelaku UMKM dan pemuda pengelola usaha di Krapyak IX. Pada pilar penguatan merek (brand reinforcement), peserta dibekali teknik perancangan kemasan produk yang estetik, pembuatan label, serta penyampaian narasi produk (product storytelling). Sementara pada pilar akuntansi terapan, peserta dilatih secara langsung menghitung seluruh komponen biaya produksi menggunakan lembar kerja praktis untuk menentukan HPP yang presisi.

Melalui penguatan merek dan penataan manajemen biaya produksi ini, Fakultas Vokasi UNY berkomitmen untuk terus mengawal kemandirian UMKM pedesaan. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal Kampung Emas Seyegan, memperluas jangkauan pasar, serta mendorong produktivitas tenaga kerja lokal secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *