SLEMAN, UNY – Tingginya risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan kardiovaskular sering kali dipicu oleh minimnya aktivitas fisik harian di tengah masyarakat. Di kawasan rintisan Kampung Emas UNY, Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, minat warga untuk berolahraga sebenarnya cukup tinggi. Namun, keterbatasan jumlah instruktur senam yang terlatih dan kompeten menjadi kendala utama dalam membangun kegiatan kebugaran yang rutin dan terstruktur.
Merespons kebutuhan tersebut, tim pengabdi dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar program bertajuk “Pendampingan Pelatihan Instruktur Senam Aerobik bagi Masyarakat Kampung Emas UNY Padukuhan Krapyak IX Margoagung Seyegan untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat”.
Program skema PkM Penugasan ini diketuai oleh Dosen Kepelatihan Olahraga FIKK UNY, Dr. Risti Nurfadhila, S.Pd., M.Or., bersama tim pengabdi yang terdiri dari Tri Sumarmi, M.Pd., Nita Maghfiratul Jannah, M.Pd., dan Nori Suryani, A.Md., serta didukung oleh mahasiswa relawan keolahragaan UNY.
Ketua Tim Pengabdi UNY, Dr. Risti Nurfadhila, M.Or., menjelaskan bahwa senam aerobik merupakan salah satu bentuk latihan fisik yang sangat efektif untuk meningkatkan kapasitas kardiorespirasi, menjaga kesehatan jantung, serta meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup masyarakat.
“Tujuan utama kami bukan hanya mengajak warga berolahraga sesaat, melainkan mencetak kader-kader instruktur senam lokal yang mandiri dan kompeten dari dalam komunitas itu sendiri. Dengan adanya instruktur terlatih di tingkat padukuhan, kegiatan senam aerobik dapat berjalan secara konsisten, aman, dan menyenangkan,” ujar Dr. Risti.
Rangkaian pelatihan berlangsung secara bertahap selama tiga pekan di Balai Padukuhan Krapyak IX pada 24 Agustus, 31 Agustus, dan puncaknya pada 7 September 2025. Metode pelatihan dirancang secara sistematis dengan pendekatan multimodal:
- Pekan Pertama Peserta dibekali teori fisiologi latihan, pemahaman manfaat kesehatan, serta teknik penguasaan gerakan dasar (basic steps) senam aerobik.
- Pekan Kedua Peserta dilatih mengombinasikan variasi gerakan, menyusun koreografi senam yang kreatif, hingga simulasi memimpin gerakan senam diiringi musik.
- Pekan Ketiga Penampilan panggung dan unjuk kemampuan dalam bentuk lomba koreografi kelompok, di mana peserta dinilai langsung oleh dewan juri berdasarkan ketepatan teknik, ritme, dan rasa percaya diri saat memimpin senam.
Antusiasme warga Krapyak IX terlihat amat tinggi sepanjang tiga pekan pelaksanaan. Para peserta yang mayoritas merupakan kader kesehatan dan tokoh perempuan lokal kini tampak makin percaya diri mempraktikkan peran sebagai instruktur senam di hadapan kelompoknya.
Sebagai langkah menjamin keberlanjutan program, tim FIKK UNY berkomitmen memberikan pendampingan dan monitoring berkala pascapelatihan. Selain mengevaluasi konsistensi jadwal senam mingguan warga, tim pengabdi juga akan melakukan pemantauan parameter kesehatan peserta secara berkala guna memastikan terwujudnya masyarakat Kampung Emas Seyegan yang aktif, bugar, dan produktif.


Leave a Reply