Sleman – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengusulkan program Pengembangan Seni Jathilan Anak untuk mendukung Kampung Emas di Dusun Krapyak IX, Desa Margoagung, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, pada 2023. Program pengabdian kepada masyarakat ini menyasar anak-anak usia sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) melalui pelatihan, workshop, praktik menari, serta pementasan. Kegiatan tersebut bertujuan melestarikan seni jathilan sekaligus menyiapkan generasi penerus agar kesenian tradisional tetap hidup dan berkembang di masyarakat.
Program yang diusulkan melalui skema PkM Mbangun Desa ini dilatarbelakangi kondisi kesenian jathilan di Dusun Krapyak IX yang selama ini lebih banyak dimainkan remaja dan orang dewasa. Regenerasi menjadi perhatian karena keberlangsungan kesenian tersebut membutuhkan penerus yang dipersiapkan sejak dini.
Melalui pelatihan jathilan bagi anak-anak, UNY berharap dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya lokal dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pelestarian kesenian tradisional.
Dalam pelaksanaannya, program dirancang melalui beberapa tahapan, mulai dari observasi keberadaan anak-anak di sekitar dusun, wawancara dengan tokoh masyarakat dan kepala sekolah, hingga analisis kondisi lapangan. Kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi, workshop teknis, praktik seni jathilan, pelatihan menari, dan pementasan hasil pelatihan.
UNY menargetkan sedikitnya 20 anak usia SD dan SMP dapat menjadi penerus pelestari seni jathilan. Sebanyak 20 peserta tersebut diharapkan mampu menampilkan jathilan di panggung dalam acara resmi yang disaksikan banyak penonton. Selain itu, sedikitnya 90 persen peserta ditargetkan terus melakukan kegiatan menari jathilan untuk dipentaskan dalam berbagai kegiatan.
Workshop praktik seni jathilan direncanakan menghadirkan dosen Pendidikan Seni Tari Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya UNY. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan kemampuan peserta dalam mempelajari kesenian tradisional.
Melalui program tersebut, masyarakat Dusun Krapyak IX diharapkan semakin aktif melestarikan budaya lokal. Program ini juga diarahkan untuk mendorong terbentuknya sanggar seni yang dapat menjadi wadah pengembangan dan regenerasi seni jathilan secara berkelanjutan.

Leave a Reply