Integrasikan Budaya, Olahraga, dan Desa Digital, FISIPOL UNY Dorong Kampung Emas Seyegan Menuju Destinasi Mandiri

SLEMAN, UNY – Keberagaman warisan budaya lokal, ketersediaan sarana olahraga masyarakat, serta hamparan pertanian yang subur di Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, menyimpan pesona besar sebagai destinasi wisata pedesaan. Namun, optimalisasi potensi tersebut sempat terhalang oleh keterbatasan aksesbilitas jalan kampung yang sempit, minimnya sarana akomodasi homestay, serta durasi kunjungan wisatawan (length of…

By.

•

min read

2023

SLEMAN, UNY – Keberagaman warisan budaya lokal, ketersediaan sarana olahraga masyarakat, serta hamparan pertanian yang subur di Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, menyimpan pesona besar sebagai destinasi wisata pedesaan. Namun, optimalisasi potensi tersebut sempat terhalang oleh keterbatasan aksesbilitas jalan kampung yang sempit, minimnya sarana akomodasi homestay, serta durasi kunjungan wisatawan (length of stay) yang masih singkat.

Merespons tantangan tersebut, tim pengabdi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) merumuskan panduan navigasi strategis bertajuk “Strategi Pengembangan Desa Wisata Budaya di Kampung Emas, Dusun Krapyak, Margoagung, Seyegan, Sleman”.

Inisiatif pengabdian masyarakat ini dipimpin langsung oleh Guru Besar FISIPOL UNY, Prof. Dr. Aman, M.Pd., bersama tim akademisi lintas disiplin ilmu yang memadukan keahlian manajemen pendidikan, pariwisata, dan ilmu keolahragaan, serta melibatkan mahasiswa pendamping.

Ketua Tim Pengabdi UNY, Prof. Dr. Aman, M.Pd., menyampaikan bahwa pengembangan Kampung Emas Seyegan berpijak pada prinsip Community-Based Tourism (CBT). Melalui kajian studi kasus dan diskusi kelompok terpumpun (FGD) bersama Pokdarwis serta pemerintah kalurahan, warga diajak memetakan aset lokal dan merumuskan solusi atas kendala infrastruktur secara mandiri.

Strategi pengembangan dipusatkan pada penguatan seni budaya tradisional seperti karawitan, campursari, dan tari lokal, yang dipadukan dengan potensi atlet pemuda desa serta konsep pertanian ramah lingkungan. Warga tidak sekadar menjadi penonton, melainkan dilatih mengelola paket wisata edukasi budaya secara profesional agar dampak ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat.

Guna menjamin keberlanjutan dan daya saing destinasi di era modern, program ini mengusung inovasi tata kelola berbasis kolaborasi Pentahelix yang menyinergikan perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas warga, pelaku bisnis, dan media massa. Salah satu terobosan strategis yang disiapkan adalah digitalisasi kawasan melalui konsep Desa Digital—berupa pemetaan dan panduan wisata interaktif berbasis aplikasi seluler, perencanaan agenda festival budaya tahunan, serta penerapan teknologi hijau dalam pengelolaan lingkungan pedesaan.

Sinergi konsisten antara pendampingan akademisi UNY dan semangat swadaya warga Krapyak IX ini menegaskan komitmen bersama untuk mewujudkan Kampung Emas Seyegan sebagai desa wisata budaya yang berkarakter, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *