Pulihkan Ekonomi Pascapandemi, FISIPOL UNY Rumuskan Strategi Pengembangan Desa Wisata Budaya Kampung Emas Krapyak IX

SLEMAN, UNY – Sektor pariwisata di Kabupaten Sleman terus bergerak bangkit pascapandemi COVID-19. Salah satu destinasi potensial yang tengah tumbuh adalah Kampung Emas, Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan. Mengusung keterpaduan antara pesona alam perdesaan, pelestarian budaya lokal, keunggulan prestasi olahraga, serta pertanian berkelanjutan, kawasan ini menyimpan peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan.…

By.

•

min read

20 September 2023

SLEMAN, UNY – Sektor pariwisata di Kabupaten Sleman terus bergerak bangkit pascapandemi COVID-19. Salah satu destinasi potensial yang tengah tumbuh adalah Kampung Emas, Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan. Mengusung keterpaduan antara pesona alam perdesaan, pelestarian budaya lokal, keunggulan prestasi olahraga, serta pertanian berkelanjutan, kawasan ini menyimpan peluang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi unggulan.

Namun, potensi tersebut masih menghadapi sejumlah kendala lapangan, seperti terbatasnya lebar akses jalan menuju lokasi, minimnya fasilitas akomodasi penginapan (homestay), hingga strategi pemasaran digital yang belum optimal.

Merespons kondisi tersebut, tim peneliti dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menerjunkan riset studi kasus bertajuk “Strategi Pengembangan Desa Wisata Budaya di Kampung Emas, Dusun Krapyak, Margoagung, Seyegan, Sleman”.

Riset strategis skema Pilot Project ini diketuai oleh Guru Besar FISIPOL UNY, Prof. Dr. Aman, M.Pd., bersama tim peneliti lintas disiplin ilmu yang terdiri dari Prof. Dr. Lantip Diat Prasojo, S.T., M.Pd. (FIP UNY), Ebtana Sella Mayang Fitri, M.Arch. (Pariwisata), serta didukung oleh tim mahasiswa dari berbagai program studi.

Ketua Tim Peneliti UNY, Prof. Dr. Aman, M.Pd., menjelaskan bahwa riset ini bertujuan memetakan permasalahan mendasar sekaligus merumuskan inovasi pengembangan desa wisata budaya secara berkelanjutan melalui analisis Matriks SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats).

“Kampung Emas Seyegan memiliki keunikan yang jarang dimiliki desa wisata lain, yaitu perpaduan antara kearifan budaya Jawa, potensi atlet pemuda berprestasi, dan konsep pertanian ramah lingkungan. Riset kami hadir untuk memberikan panduan navigasi bagi pengelola desa agar mampu meningkatkan lama tinggal (length of stay) wisatawan serta menggerakkan roda ekonomi warga,” papar Prof. Aman.

Melalui pendekatan partisipatif dan diskusi kelompok terpumpun (Focus Group Discussion/FGD) bersama pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pemerintah padukuhan, riset ini merumuskan sejumlah strategi rekomendasi kunci, antara lain:

  1. Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan melibatkan aktif pemuda atlet, seniman lokal, dan warga dalam penyediaan paket wisata edukasi dan atraksi budaya (seperti karawitan dan campursari).
  2. Pengembangan Desa Digital & Aplikasi Interaktif melalui penyiapan promosi berbasis teknologi seluler dan media sosial guna memperluas jangkauan pasar wisatawan generasi muda.
  3. Penerapan Model Kolaborasi Pentaheliks dengan membangun kemitraan erat antara akademisi, pemerintah daerah, Pokdarwis/masyarakat lokal, pihak swasta, dan media massa.
  4. Prinsip Ekowisata & Teknologi Hijau yang dapat menjaga keaslian arsitektur tradisional dan kelestarian bentang alam desa secara konsisten.

Melalui penerapan strategi berbasis riset ini, Kampung Emas Krapyak IX Seyegan diharapkan tidak hanya menjadi destinasi rekreasi yang aman, tertib, dan ramah, tetapi juga mampu menjadi percontohan desa wisata berbasis edukasi dan budaya di tingkat regional maupun nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *