SLEMAN, UNY – Sentra Industri Tahu Krapyak (SITK) di Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, memegang peranan penting dalam menggerakkan roda ekonomi warga melalui produksi rata-rata 2,5 ton kedelai per hari. Meski demikian, bekas bangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal yang dulunya sempat terbengkalai dan rusak berat sempat menjadi beban lingkungan akibat kesan kumuh dan tak terawat.
Merespons kondisi tersebut, tim pengabdi dari Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menuntaskan program pengabdian bertajuk “Renovasi Bangunan Industri Komunal Tahu di Pusat Kawasan Ekonomi Masyarakat Kampung Emas Krapyak IX, Margoagung, Seyegan, Sleman, D.I. Yogyakarta (Tahap 2)”.
Program pengabdian masyarakat Dosen Berkegiatan di Luar Kampus ini dipimpin oleh pakar teknik sipil FT UNY, Prof. Dr. Drs. Ir. Darmono, M.T., IPM., ASEAN Eng., bersama tim ahli yang terdiri dari Ir. Faqih Ma’arif, M.Eng., Ph.D., IPM. (FT UNY) dan Dr. Tien Aminatun, S.Si., M.Si. (FMIPA UNY), serta didukung oleh tim mahasiswa Fakultas Teknik.
Ketua Tim Pengabdi UNY, Prof. Dr. Drs. Ir. Darmono, M.T., menjelaskan bahwa perbaikan tahap kedua ini bertujuan merampungkan renovasi fisik bangunan IPAL secara menyeluruh agar siap difungsikan sebagai “Kafe IPAL Sederhana Ala Pedesaan” sekaligus pusat kegiatan ekonomi warga.
“Kami mengembalikan fungsi bangunan yang terbengkalai ini menjadi ruang publik produktif yang estetis. Selain memperbaiki interior dan exterior bangunan, kami juga membangun infrastruktur pendukung di sekitar kawasan agar nyaman dikunjungi wisatawan,” ujar Prof. Darmono.
Melalui pengerjaan intensif, tim FT UNY bersama masyarakat Krapyak IX berhasil merealisasikan sejumlah perbaikan fisik dan fasilitas baru, antara lain:
- Renovasi Interior dan Eksterior Bangunan IPAL yang dilakukan dengan pembongkaran dan penggantian lantai keramik yang rusak, pengecatan ulang dinding dalam dan luar gedung, perbaikan serta pengecatan kusen pintu dan jendela, hingga finishing meja kafe dan pengadaan furnitur pengunjung.
- Pembangunan Talud dan Kolam Ikan melalui pembuatan talud sepanjang 50 meter pada saluran air di sebelah utara IPAL yang dimanfaatkan sekaligus sebagai dinding penguat untuk empat unit kolam ikan baru.
- Penyediaan Fasilitas Umum dan Saung dengan membangun satu unit gazebo baru berukuran 3×4,5 meter di atas ground tank IPAL, pembuatan fasilitas toilet/kamar mandi umum luar ruangan, tempat cuci tangan, serta penataan atap tritisan untuk area jualan sayur dan buah lokal.
- Konektivitas dan Wahana Outbound dengan pembangunan jembatan penghubung antara kawasan kafe dengan lokasi bumi perkemahan, serta pembuatan kolam outbound yang dilengkapi wahana jembatan goyang.
Sinergi perbaikan infrastruktur ini terbukti mengubah citra area IPAL yang dulu kumuh menjadi ikon kawasan eduwisata dan pusat ekonomi kreatif yang ramah lingkungan di Kampung Emas Seyegan.


Leave a Reply