Latih Pemuda Las dan Desain Metal, Fakultas Teknik UNY Sulap Karang Taruna Krapyak IX Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Kampung Emas

SLEMAN, UNY – Komitmen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam membangun kemandirian masyarakat pedesaan kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan. Tim dosen dari Fakultas Teknik (FT) UNY menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pemberdayaan Karang Taruna Melalui Keterampilan Las di Krapyak IX, Seyegan, Sleman”. Program ini hadir untuk mengasah keahlian teknis pemuda setempat agar…

By.

•

min read

30 November 2023

SLEMAN, UNY – Komitmen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam membangun kemandirian masyarakat pedesaan kembali ditunjukkan melalui aksi nyata di lapangan. Tim dosen dari Fakultas Teknik (FT) UNY menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pemberdayaan Karang Taruna Melalui Keterampilan Las di Krapyak IX, Seyegan, Sleman”. Program ini hadir untuk mengasah keahlian teknis pemuda setempat agar memiliki keterampilan terapan yang berdaya saing serta mampu mendukung pengembangan sarana lingkungan di kawasan wisata Kampung Emas.

Kegiatan pemberdayaan ini diketuai oleh Dr. Ir. Bayu Rahmat Setiadi, S.Pd., M.Pd. dari Departemen Pendidikan Teknik Mesin FT UNY, dengan anggota tim yang terdiri atas para pakar teknik dan pendidikan vokasi UNY, yaitu Prof. Dr. Sudji Munadi, M.Pd., Dr. Khusni Syauqi, M.Pd., dan Ganda Sukmara, M.Pd., serta melibatkan tim teknisi dan mahasiswa FT UNY. Inisiatif ini dirancang khusus untuk merespons potensi besar Kampung Emas Krapyak IX yang membutuhkan sentuhan teknologi tepat guna serta penyediaan ornamentasi ruang publik berbasis rangka logam yang estetis.

Ketua Tim Pengabdi UNY, Dr. Ir. Bayu Rahmat Setiadi, M.Pd., menjelaskan bahwa selama ini banyak pemuda di pedesaan memiliki minat tinggi pada bidang teknik, namun keterbatasan fasilitas dan pelatihan terstruktur membuat potensi tersebut belum terolah maksimal. Melalui program ini, para pemuda Karang Taruna dibekali paket pelatihan komprehensif yang memadukan tiga pilar utama: perancangan desain produk metal, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) standar industri, serta teknik pengelasan busur listrik (arc welding).

Pelaksanaan pelatihan berlangsung secara partisipatif dan berbasis proyek (project-based learning). Sebanyak 20 pemuda Karang Taruna Dusun Krapyak IX diajak belajar secara langsung mulai dari membuat sketsa perancangan rak dan pot tanaman hias, membaca gambar teknik, melakukan pemotongan bahan yang presisi, menggunakan alat pelindung diri (APD) secara disiplin, hingga melakukan teknik pengelasan titik dan sambungan utuh dengan parameter yang benar.

Pendekatan pelatihan hands-on ini terbukti membuahkan peningkatan kemampuan yang sangat signifikan pada diri para peserta. Berdasarkan evaluasi sebelum dan sesudah pelatihan, nilai rata-rata pemahaman desain peserta melonjak pesat dari 9,9 menjadi 59,45. Pemahaman mengenai K3 dan budaya kerja industri meningkat dari 22,94 menjadi 68,54. Sementara itu, keterampilan praktis pengelasan peserta mengalami peningkatan drastis dari skor awal 32,00 menjadi 68,75. Para peserta yang semula awam kini terampil menghasilkan konstruksi las yang rapi, kokoh, dan aman.

Dampak nyata dari kehadiran tim FT UNY ini langsung dirasakan oleh lingkungan padukuhan. Berbekal keterampilan baru tersebut, para pemuda Karang Taruna berhasil memproduksi deretan rak dan tempat pot tanaman artistik berbahan besi. Hasil karya pemuda ini kemudian ditempatkan di sudut-sudut taman dan area publik Kampung Emas Krapyak IX, sehingga mempercantik lanskap desa serta meningkatkan daya tarik estetika bagi para wisatawan yang berkunjung.

Tidak berhenti pada sesi pelatihan kelas, keberlanjutan program diperkuat melalui pendampingan intensif oleh mahasiswa FT UNY selama dua bulan setelah pelatihan. Dalam masa pendampingan ini, para pemuda diajarkan menerapkan budaya kerja industri 5R/5S (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), menata area bengkel kerja secara aman, serta mengasah teknik pengelasan tingkat lanjut dari posisi 1G hingga 3G. Pendampingan ini membuka peluang usaha bengkel las mandiri bagi pemuda setempat serta memperkuat peran Karang Taruna sebagai motor penggerak ekonomi dan pembangunan di Kampung Emas Seyegan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *