SLEMAN, UNY – Tumbuhnya berbagai unit usaha lokal di Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, menjadi pilar penting pendukung kawasan eduwisata Kampung Emas. Meski potensi produk kuliner, kriya, dan jasa wisata warga terus berkembang, pengelolaan usaha mikro di pedesaan masih sering menghadapi hambatan, seperti minimnya pencatatan keuangan yang teratur, penetapan harga jual yang belum terukur, serta strategi pemasaran yang belum terarah.
Merespons kondisi tersebut, tim pengabdi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan program bertajuk “Pelatihan Manajemen Kewirausahaan di Kampung Emas Dusun Krapyak Seyegan”.
Inisiatif pengabdian masyarakat di bidang pengembangan ketenagakerjaan dan kewirausahaan ini dipimpin oleh Guru Besar FISIPOL UNY, Prof. Dr. Aman, M.Pd., bersama tim akademisi dan mahasiswa pendamping dari Universitas Negeri Yogyakarta.
Ketua Tim Pengabdi UNY, Prof. Dr. Aman, M.Pd., menegaskan bahwa penguatan kapasitas wirausaha lokal merupakan kunci utama untuk menciptakan lapangan kerja yang mandiri dan berkelanjutan di tingkat desa.
“Pengembangan Kampung Emas tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik kawasan, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia pengelolanya. Melalui pelatihan manajemen kewirausahaan ini, kami mendorong pemuda desa dan pelaku UMKM agar memiliki orientasi bisnis yang profesional, mampu menghitung analisis biaya dengan tepat, serta memanfaatkan peluang pasar secara luas,” terang Prof. Aman.
Pelatihan dilaksanakan secara interaktif bagi puluhan pelaku UMKM, pemuda Karang Taruna, dan pengelola kawasan Kampung Emas. Materi pelatihan mencakup penanaman jiwa kewirausahaan, penyusunan model bisnis sederhana, tata cara pencatatan arus kas dan penetapan Harga Pokok Penjualan, hingga teknik pengemasan produk dan penguatan citra merek.
Selain pembekalan teori, para peserta diajak melakukan simulasi penyusunan rencana bisnis dan evaluasi produk secara langsung, sehingga kelompok usaha di Krapyak IX mampu mengidentifikasi keunggulan kompetitif produknya di pasar.
Melalui pelatihan dan pendampingan manajemen kewirausahaan ini, FISIPOL UNY berkomitmen untuk terus mengawal kemandirian ekonomi warga Seyegan. Sinergi ini diharapkan dapat melahirkan wirausahawan desa yang tangguh, memperluas penyerapan tenaga kerja lokal, serta memperkuat daya saing ekonomi Kampung Emas secara berkelanjutan.


Leave a Reply