DOSEN FIP UNY BENTUK KARAKTER DAN FISIK TANGGUH PEMUDA KRAPYAK IX LEWAT PENCAK SILAT

SLEMAN — Menyalurkan energi positif para pemuda sekaligus membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif kini diwujudkan melalui pembinaan seni bela diri yang sarat nilai luhur. Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang dipimpin oleh Prof. Dr. Lantip Diat Prasojo, S.T., M.Pd. sukses menggulirkan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sepanjang semester awal…

By.

•

min read

2024

SLEMAN — Menyalurkan energi positif para pemuda sekaligus membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif kini diwujudkan melalui pembinaan seni bela diri yang sarat nilai luhur. Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang dipimpin oleh Prof. Dr. Lantip Diat Prasojo, S.T., M.Pd. sukses menggulirkan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) sepanjang semester awal 2024. Mengusung tajuk Pembinaan PSHT (Persaudaraan Silat Setia Hati Terate) Bagi Pemuda Dusun Krapyak IX, Margoagung, Seyegan, Sleman, program ini hadir sebagai wadah strategis dalam membina karakter, spiritualitas, sekaligus ketahanan fisik anak muda.

Program pembinaan yang berjalan secara intensif selama enam bulan, mulai dari Januari hingga Juni 2024, dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pemuda setempat. Rangkaian kegiatan dirancang secara sistematis dan partisipatif, diawali dengan survei lapangan, sosialisasi bersama warga, latihan fisik terstruktur, pendalaman teknik pencak silat, hingga penguatan mental dan nilai-nilai spritual.

Dampak nyata dari program jangka panjang ini langsung dirasakan oleh masyarakat Dusun Krapyak IX. Pembinaan ini sukses melahirkan 25 anggota baru yang tangguh. Tingkat kebugaran para pemuda meningkat tajam, terbukti dari lonjakan daya tahan tubuh hingga 40 persen, kekuatan otot sebesar 35 persen, serta kelincahan fisik yang meningkat 45 persen. Seluruh peserta tercatat berhasil menguasai gerakan dasar pencak silat dengan sempurna, sementara 80 persen di antaranya sukses menguasai jurus-jurus pemula.

Tidak hanya berfokus pada aspek fisik, program ini juga mencatat tingkat kehadiran peserta yang sangat tinggi mencapai 95 persen. Pemahaman mereka terhadap filosofi luhur PSHT menembus angka 85 persen, yang berdampak langsung pada penurunan angka kenakalan remaja di lingkungan dusun hingga 30 persen. Di penghujung program, para pemuda bahkan berhasil membentuk kelompok latihan mandiri, menginisiasi 15 kegiatan sosial di tengah masyarakat, serta menyiapkan 5 orang calon pelatih baru demi keberlanjutan regenerasi.

Suasana kebersamaan begitu kental terasa karena para pemuda terlibat aktif di setiap sesi latihan, pengisian jurnal refleksi, evaluasi bersama, hingga aksi sosial. Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari dukungan penuh para tokoh masyarakat, perangkat desa, serta pelatih bersertifikat PSHT yang bahu-membahu menyukseskan jalannya kegiatan.

Komitmen kuat juga ditunjukkan oleh pemerintah desa yang siap memfasilitasi penyediaan tempat latihan permanen beserta alokasi anggaran rutin ke depan. Sebanyak 92 persen peserta menyatakan siap melanjutkan latihan secara konsisten, dan 85 persen di antaranya bahkan sudah siap menularkan ilmu yang didapat kepada orang lain.

Memadukan latihan bela diri dengan penanaman nilai-nilai lokal serta filosofi luhur PSHT, kolaborasi apik antara UNY, pemerintah desa, dan masyarakat ini membuka peluang besar untuk memperluas jangkauan pembinaan ke dusun-dusun sekitar, termasuk rencana pengembangan kelas khusus bagi remaja putri di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *