SLEMAN, UNY – Suasana pagi di Kampung Emas Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman tampak berbeda dari biasanya. Alunan musik ritmis berpadu riuh gelak tawa puluhan lansia yang antusias menggerakkan badan mengikuti instruktur. Lewat program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Yogyakarta (FIKK UNY) menghadirkan kegiatan senam lansia dan pemeriksaan kesehatan sebagai bukti konkret kepedulian kampus dalam membangun masyarakat yang sehat, bahagia, dan berdaya dari tingkat akar rumput.
Program bertajuk “Senam Lansia Sebagai Upaya Peningkatan Kebugaran Jasmani Lansia Kampung Emas UNY Krapyak IX” ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Christina Fajar Sriwahyuniati, S.Pd., M.Or. Tak sendiri, beliau didampingi oleh tim pakar keolahragaan dan kesehatan UNY, yaitu Prof. Dr. Dra. Endang Rini Sukamti, M.S., Prof. Dr. Sumarjo, M.Kes., dan Prof. Soni Nopembri, S.Pd., M.Pd., Ph.D., serta melibatkan deretan mahasiswa FIKK UNY. Kolaborasi lintas generasi ini hadir untuk menjawab tantangan kesehatan lansia di pedesaan yang kerap terabaikan karena keterbatasan fasilitas dan informasi.
Ketua Tim PkM FIKK UNY, Prof. Dr. Christina Fajar Sriwahyuniati, S.Pd., M.Or., mengungkapkan bahwa seiring meningkatnya usia harapan hidup di Kabupaten Sleman, menjaga kualitas hidup para lansia menjadi hal yang sangat krusial. Menurutnya, banyak lansia yang cenderung kurang aktif secara fisik sehingga rentan terserang penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, atau kekakuan sendi. Lewat senam aerobik berpola ringan yang dirancang khusus, para lansia diajak melatih kelenturan, keseimbangan, serta kekuatan otot dengan cara yang aman dan menyenangkan.
Tidak hanya mengajak bergerak, tim FIKK UNY juga melakukan pemeriksaan kesehatan dasar berupa pengukuran Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh kepada 25 peserta yang hadir. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 48% peserta berada pada kategori berat badan normal. Namun, tim juga menemukan 32% peserta berada di kategori berat badan berlebih dan 16% tergolong obesitas. Temuan ini menjadi bekal edukasi penting bagi warga agar lebih memperhatikan pola makan seimbang serta rutin melakukan aktivitas fisik demi mencegah risiko penyakit tidak menular.
Dampak dari kehadiran UNY di Kampung Emas Krapyak IX ini tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga secara psikologis dan sosial. Usai mengikuti sesi senam, para lansia mengaku merasa tubuhnya menjadi lebih segar, tidak kaku, dan lebih berenergi. Gerakan senam teratur yang diiringi suasana ceria terbukti mampu merangsang hormon endorfin yang secara alami menurunkan tingkat stres dan memunculkan rasa bahagia pada lansia.
Lebih dari sekadar olahraga, kegiatan ini menjelma menjadi ruang silaturahmi yang hangat. Para lansia saling menyapa, bersenda gurau, dan memotivasi satu sama lain. Suasana kebersamaan ini mempererat tali persaudaraan dan semangat guyub rukun antarwarga. Kehadiran para dosen dan mahasiswa UNY yang mendampingi secara sabar membuat para lansia merasa diperhatikan dan dihargai.
Agar manfaat program tidak berhenti saat kegiatan usai, FIKK UNY bersama pengurus padukuhan merancang langkah keberlanjutan program. Warga didorong untuk menjadikan senam lansia sebagai agenda rutin mingguan, disertai pemantauan BMI berkala serta edukasi gizi sederhana. Langkah ini sejalan dengan komitmen UNY dalam mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yaitu mewujudkan kehidupan yang sehat dan sejahtera bagi seluruh tingkatan usia.
Melalui pendampingan yang intensif dan humanis ini, UNY membuktikan bahwa kampus tidak hanya hadir dalam ruang kuliah, tetapi juga memberi dampak nyata di tengah-tengah warga. Kampung Emas Krapyak IX Seyegan kini makin percaya diri menyongsong masa depan sebagai padukuhan yang tidak hanya elok, tetapi juga dihuni oleh generasi senior yang sehat, bugar, dan penuh semangat hidup.


Leave a Reply