SLEMAN, UNY – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali mengukuhkan komitmennya dalam menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat perdesaan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Institusional. Bertempat di Pendopo Kampung Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, tim pengabdi UNY menyelenggarakan program “Sosialisasi Perilaku Hidup Sehat di Posyandu Lansia Dusun Krapyak IX”. Kegiatan ini menjadi bagian dari aksi serentak beberapa tim pengabdi UNY yang dibuka langsung oleh Rektor UNY bersama jajaran pimpinan pimpinan universitas, dekanat, dan lembaga riset.
Program pengabdian ini diketuai oleh Dr. Dra. Wenti Nuryani, M.Pd. dari Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) UNY. Beliau didampingi oleh tim dosen yang terdiri atas Maulana Resha Vivadi, S.Pd., M.Pd., Dr. Dott. Birul Walidaini, S.Pd., M.Mus., dan Drijastuti Jogjaningrum, S.Sn., M.A., serta melibatkan mahasiswa lintas disiplin. Kehadiran tim UNY bertujuan untuk merespons tantangan perubahan demografi lokal, di mana proporsi penduduk lanjut usia di Dusun Krapyak IX makin meningkat dan membutuhkan perhatian khusus pada aspek kualitas hidup, kesehatan fisik, serta kesejahteraan emosional.
Ketua Tim Pengabdi UNY, Dr. Dra. Wenti Nuryani, M.Pd., menjelaskan bahwa memasuki masa lanjut usia, para warga kerap menghadapi penurunan fungsi fisik, keterbatasan mobilitas, serta kerap kurang memperhatikan aspek asupan gizi harian. Melalui sosialisasi ini, UNY hadir untuk memberikan edukasi yang praktis dan aplikatif agar para lansia mampu mengelola kesehatannya secara mandiri tanpa kehilangan rasa bahagia dan produktivitas di tengah lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta lansia berusia antara 60 hingga 75 tahun. Menariknya, tim pengabdi menghadirkan pakar keolahragaan dan kesehatan FIKK UNY, Dr. Nur Rohmah, S.Pd., M.Pd., sebagai narasumber utama. Rangkaian acara diawali dengan santap siang bersama yang hangat, dilanjutkan pembekalan materi mengenai konsep lansia SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif), prinsip penyusunan piring makan dengan gizi seimbang, hingga panduan mengenali dan menghindari makanan olahan (ultra-processed food) berisiko tinggi.
Tak hanya pembekalan teori, narasumber juga mengajak para peserta mempraktikkan secara langsung teknik senam dan gerakan fisik sederhana yang dirancang khusus agar aman dilakukan sambil duduk. Gerakan senam duduk ini menjadi solusi praktis bagi para lansia yang memiliki kendala sendi atau ketahanan tubuh terbatas, sehingga mereka tetap dapat melatih kelenturan otot dan kelancaran sirkulasi darah secara mandiri di rumah masing-masing.
Suasana di Pendopo Krapyak IX berlangsung penuh keakraban dan antusiasme. Meski jadwal pematerian semula dirancang hingga pukul 16.00 WIB, banyaknya pertanyaan serta diskusi interaktif mengenai kebiasaan makan dan keluhan fisik harian membuat kebersamaan warga dan tim UNY berlanjut hangat hingga pukul 17.00 WIB. Para peserta mengaku sangat terbantu dengan penjelasan narasumber yang komunikatif, lugas, dan mudah dipahami.
Melihat dampak positif dan keceriaan yang dihadirkan, koordinator lansia beserta para peserta secara khusus mengusulkan agar kegiatan pendampingan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan pada masa mendatang. Melalui program kolaboratif ini, UNY membuktikan peran aktifnya dalam mendorong terbentuknya komunitas lansia yang tangguh, sehat, dan berdaya di Kampung Emas Krapyak IX Seyegan.


Leave a Reply