SLEMAN, UNY – Perkembangan Kampung Emas, Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, sebagai destinasi wisata berbasis komunitas menuntut kesiapan pemuda lokal dalam menyambut wisatawan dan mempromosikan potensi desa secara luas. Namun, keterbatasan penguasaan bahasa Inggris praktis, keterampilan pelayanan wisata, serta strategi pemasaran digital berbahasa asing kerap menjadi tantangan bagi generasi muda pengelola wisata.
Merespons tantangan tersebut, tim pengabdi dari Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan program bertajuk “English for Tourism: Program Pelatihan dan Pendampingan Menggunakan Kerangka Employability Skills-Based Project-Based Learning (ES-PjBL) bagi Karang Taruna Kampung Emas Krapyak IX Margoagung, Seyegan untuk Mendukung Desa Wisata”.
Program pengabdian masyarakat ini dipimpin oleh dosen Pendidikan Bahasa Inggris FBSB UNY, Dr. Cinthia Reswari, S.Pd., M.Pd., bersama tim akademisi UNY dan didukung oleh mahasiswa pendamping.
Ketua Tim Pengabdi UNY, Dr. Cinthia Reswari, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pendekatan Employability Skills-Based Project-Based Learning (ES-PjBL) memadukan penguasaan bahasa Inggris terapan dengan pengembangan keterampilan kerja (employability skills) seperti komunikasi, kerja sama tim, dan kepemimpinan melalui pengerjaan proyek nyata.
“Melalui pendekatan ES-PjBL, pemuda Karang Taruna tidak hanya diajarkan tata bahasa secara teoritis, melainkan diajak langsung memproduksi karya nyata (project output) berupa naskah panduan interaksi (guiding script) berbahasa Inggris serta konten promosi digital untuk media sosial,” jelas Dr. Cinthia.
Dalam rangkaian pelatihan dan pendampingan ini, pemuda Karang Taruna berperan aktif ganda: sebagai peserta pelatihan sekaligus sebagai narasumber kearifan lokal desa mereka sendiri. Para peserta diajarkan menyusun skrip percakapan seputar atraksi Sembilan Berkah Kampung Emas, melakukan role-play pelayanan pemandu wisata dalam bahasa Inggris, serta memproduksi video pendek promosi wisata berbahasa Inggris.
Dampak dari program ini sangat terasa pada peningkatan rasa percaya diri dan kelancaran bahasa Inggris praktis para pemuda desa. Mereka kini lebih siap menerima kunjungan wisatawan dan mampu mempromosikan keunikan Kampung Emas Seyegan secara mandiri di platform digital.
Guna menjaga keberlanjutan program, tim FBSB UNY membekali peserta dengan modul panduan English for Tourism, memfasilitasi produksi konten promosi mandiri, serta berkomitmen melakukan monitoring dan pendampingan lanjutan demi memperkuat citra Kampung Emas Krapyak IX sebagai desa wisata unggulan berwawasan global.


Leave a Reply