Cegah Cyberbullying dan Jaga Kesehatan Jiwa Remaja, FIKK UNY Gelar Edukasi Digital Positif di Kampung Emas Seyegan

SLEMAN, UNY – Maraknya penggunaan media sosial di kalangan usia muda membawa tantangan tersendiri bagi tumbuh kembang mental dan perilaku remaja. Merespons hal tersebut, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) menghadirkan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Edukasi Kesehatan Jiwa dan Pencegahan Cyberbullying di Kalangan Remaja di Kampung Emas Seyegan…

By.

•

min read

8 Agustus 2026

SLEMAN, UNY – Maraknya penggunaan media sosial di kalangan usia muda membawa tantangan tersendiri bagi tumbuh kembang mental dan perilaku remaja. Merespons hal tersebut, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) menghadirkan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Edukasi Kesehatan Jiwa dan Pencegahan Cyberbullying di Kalangan Remaja di Kampung Emas Seyegan Sleman”.

Program pengabdian ini dipimpin langsung oleh Dr. Satya Perdana, S.S., M.A. dari FIKK UNY, didampingi oleh tim dosen pakar yaitu Dr. Danny Eka Wahyu Saputra, M.Or. dan Dr. Risdiyanto, S.E., M.Pd., serta melibatkan lima mahasiswa pendamping. Kehadiran tim UNY ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan ketahanan mental, etika berinternet, serta keterampilan menyalurkan energi kreatif secara positif di ruang digital.

Ketua Tim Pengabdi UNY, Dr. Satya Perdana, S.S., M.A., menjelaskan bahwa kesehatan jiwa remaja di era digital sangat rentan terganggu akibat risiko perundungan siber (cyberbullying), paparan konten negatif, serta tekanan interaksi di media sosial. Oleh karena itu, pendekatan edukasi kesehatan mental tidak hanya dilakukan melalui ceramah, melainkan dipadukan dengan pelatihan pembuatan konten digital bernilai budaya dan seni lokal. Langkah ini dinilai efektif untuk mengalihkan aktivitas remaja dari perilaku siber negatif menuju kegiatan yang produktif dan menyehatkan secara psikologis.

Kegiatan edukasi dan pelatihan ini menyasar 50 siswa dari SD Negeri 1 Seyegan dan SMP Negeri 1 Seyegan. Dalam rangkaian empat sesi pelatihan interaktif, para siswa dibekali pemahaman mengenai pentingnya saling mendukung sesama teman, mengenali bentuk-bentuk perundungan siber, serta cara menjaga kesehatan mental dalam berinteraksi daring. Selain itu, para peserta juga dilatih keterampilan mengekspresikan diri secara sehat melalui pembuatan narasi positif (scriptwriting), desain grafis Canva, dan penyuntingan video menggunakan CapCut dengan bimbingan para guru yang bertindak sebagai co-fasilitator.

Sebagai bagian dari penerapan edukasi di lapangan, pada Sabtu, 8 Agustus 2026, sebanyak 28 siswa diajak mengikuti kegiatan pendampingan langsung di situs-situs budaya Kampung Emas Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Seyegan. Para siswa diajak berinteraksi dengan para pelaku seni dan pengrajin lokal di Pendopo Gamelan, sentra ukir emas, dan Taman Bacaan Masyarakat. Aktivitas mendokumentasikan kearifan lokal ini terbukti memberikan ruang ekspresi yang aman, menyenangkan, serta membangun rasa percaya diri dan kesehatan jiwa anak secara positif.

Hingga puncak pelaporan kegiatan pada 10 Agustus 2026, program pengabdian ini telah membuahkan hasil nyata. Para peserta sukses menyusun 42 draf konten individu serta menghasilkan 12 konten digital final berupa poster dan video pesan positif yang dipublikasikan melalui kanal media sosial resmi Kampung Emas. Inisiatif ini terbukti berhasil menciptakan iklim digital yang santun, edukatif, dan bebas dari tindakan perundungan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Untuk menjaga keberlanjutan dampak positif program, tim pengabdi FIKK UNY juga merintis pembentukan komunitas remaja bernama “Pewaris Digital Kampung Emas”. Komunitas ini dirancang sebagai wadah ramah anak dan remaja untuk saling memotivasi, mengampanyekan anti-cyberbullying, serta konsisten memproduksi konten kreatif berbasis kearifan lokal. Peresmian komunitas ini direncanakan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang.

Pelaksanaan kegiatan ini terwujud berkat sinergi kolaboratif antara UNY, sekolah mitra (SDN 1 Seyegan dan SMPN 1 Seyegan), Pemerintah Kalurahan Margoagung, serta Komunitas Seni Kampung Emas Krapyak IX. Melalui program terpadu ini, UNY membuktikan komitmennya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas), serta poin ke-11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) demi mewujudkan generasi muda Seyegan yang sehat jiwa, santun berteknologi, dan berkarakter kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *