SLEMAN, UNY – Potensi kebudayaan, kuliner, dan keindahan alam pedesaan yang dimiliki kawasan destinasi Kampung Emas, Padukuhan Krapyak IX, Kalurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Sleman, kini makin mantap melangkah ke panggung internasional. Melalui kolaborasi lintas negara, para pengelola dan warga lokal dibekali keterampilan komunikasi antarbudaya serta pembuatan media promosi digital berstandar global.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Institusional bertajuk “Upaya Pengembangan International Outlook bagi Desa Wisata Kampung Emas Krapyak IX”.
Program pengabdian masyarakat ini diinisiasi oleh Kantor Internasional Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan diketuai oleh Sekretaris Kantor Internasional UNY sekaligus dosen Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya (FBSB) UNY, Prof. Anita Triastuti, S.Pd., M.A., Ph.D., bersama tim pengabdi yang terdiri dari Prof. Dr. Mochammad Bruri Triyono, M.Pd., Dr. Haryo Aji Pambudi, S.Pd., M.Hum., Yansri Widayanti, S.Pd., dan Mardiasih, A.Md., serta didukung tim mahasiswa.
Ketua Tim Pengabdi UNY, Prof. Anita Triastuti, Ph.D., menyampaikan bahwa tren pariwisata global saat ini makin diminati oleh wisatawan mancanegara yang mencari pengalaman autentik berbasis komunitas (experiential tourism). Namun, keterbatasan bahasa asing, minimnya materi promosi berbahasa Inggris, serta kecanggungan berinteraksi dengan turis asing kerap menjadi kendala utama bagi pengelola desa wisata.
“Kami ingin membangun international outlook atau sudut pandang global bagi warga Kampung Emas Krapyak IX. Melalui experiential learning, warga tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mempraktikkan simulasi kepemanduan (tour guiding) dan pembuatan konten promosi bersama mahasiswa asing,” terang Prof. Anita.
Kegiatan ini melibatkan 30 warga lokal dan pengelola wisata desa, serta diikuti oleh 17 mahasiswa internasional UNY yang berasal dari 7 negara. Dalam suasana yang interaktif di Pendopo Dalem Pawiro Diharjo, para mahasiswa asing berperan sebagai turis mancanegara, sementara warga lokal berlatih menjadi pemandu wisata (tour guide) dengan menggunakan bahasa Inggris sederhana dan bahasa tubuh yang komunikatif.
Selain simulasi guiding, peserta diajarkan teknik videografi dan penyuntingan konten promosi digital menggunakan smartphone. Kolaborasi antara warga dan mahasiswa asing ini berhasil memproduksi empat video reel promosi berdurasi masing-masing tiga menit yang mengangkat empat pilar unggulan Kampung Emas, yaitu Berkah Gamelan, Mendo (peternakan), Kuliner Berkah, dan Olahraga Panahan.
Tak hanya itu, program ini juga merancang papan informasi multibahasa (Indonesia–Inggris) di lokasi strategis serta menyiapkan pilar pemasaran digital melalui website resmi desa wisata.
Guna menjaga keberlanjutan dampak program, UNY mendampingi pembentukan kelompok kerja (pokja) lokal yang akan mengelola promosi digital dan layanan turis asing secara mandiri. Melalui penguatan kapasitas lintas budaya ini, Kampung Emas Krapyak IX Seyegan makin siap menjadi destinasi wisata berbasis komunitas yang ramah, profesional, dan berdaya saing global.


Leave a Reply